Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

KPU Kalsel Tegaskan Aturan Kampanye, Semua Setop di Masa Tenang Termasuk Medsos

Masa kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020 termasuk Pilgub Kalsel Tahun 2020 yang sudah dimulai sejak Sabtu (26/9/2020) sudah memasuki hari ke 16.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/ achmad maudhody
Edy Ariansyah, Komisioner KPU Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masa kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020 termasuk Pilgub Kalsel Tahun 2020 yang sudah dimulai sejak Sabtu (26/9/2020) sudah memasuki hari ke 16, Minggu (11/10/2020).

Artinya, masih ada waktu 55 hari bagi setiap Pasangan Calon (Paslon) untuk berkampanye memaksimalkan metode-metode dan jalur kampanye termasuk melalui media sosial (medsos). 

Metode berkampanye di medsos ini digencarkan oleh kedua Palson Pilgub Kalsel yaitu Paslon Nomor Urut 1, H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu) dan Paslon Nomor Urut 2, H Denny Indrayana-H Difriadi (H2D) di tengah berbagai pembatasan aktivitas kampanye tatap muka akibat pandemi Covid-19.

Dari data milik KPU Provinsi Kalsel diketahui Paslon Paman BirinMu mendaftarkan tak kurang dari 18 akun medsos untuk berkampanye dan Paslon H2D sebanyak 8 akun medsos untuk menyampaikan kampanyenya. 

Meski kampanye via medsos dilakukan di dunia maya, namun Komisioner Koordinator Divisi Pendidikan Pemilih, Sosialiasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah mengingatkan sederet aturan kampanye tetap berlaku pada kampanye yang dilakukan via medsos.

Selain tentunya tak diperkenankan memburukkan Paslon pesaing, menggunakan unsur SARA dan metode kampanye hitam lainnya, ketentuan masa tenang juga berlaku pada kampanye di medsos. 

Dimana pada masa tenang kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020 yaitu pada 6 hingga 8 Desember 2020, tak boleh lagi ada bahan kampanye yang boleh ditampilkan di medsos.

Seluruh Kapolsek di Polres Tanbu Dimutasi Jelang Pilkada 2020, Polda Kalsel Sebut Penyegaran

Pilkada Banjarmasin 2020, Panwascam Mendapat Mandat Bisa Membubarkan Kampanye

"Sebelum memasuki masa tenang nanti semua akun dinonaktifkan. Tidak ada lagi kampanye, semua aktivitas akun harus dinonaktifkan. Jangan sampai masih tampil di masa tenang," kata Edy dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (11/10/2020).

Lebih spesifik, akun-akun media sosial yang didaftarkan sebagai kanal berkampanye oleh Paslon kepada KPU termasuk akun Facebook, YouTube, Instagram dan yang lainnya tidak boleh lagi dapat diakses kontennya oleh publik selama masa tenang. 

"Prinsipnya sama dengan APK dan bahan kampanye, di masa tenang tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya tidak boleh ada lagi," kata Edy. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved