Breaking News:

Kriminalitas Tanahlaut

Pelaku Perundungan Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Tala Mengaku Khilaf

Pelaku perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Tala, Kalsel, mengaku melakukan perbunatannya setelah melihat korban buang air kecil

DJUNAIDI UNTUK BPOST GROUP
Sar alias Pud, pelaku perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus yang kini ditahan di Polsek Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Perundungan terhadap anak dibawah umur di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menyentak perhatian banyak pihak

Penyebabnya, korban adalah anak berkebutuhan khusus, penyandang tunagrahita atau mengalami keterbelakangan mental. Karena itu, pelaku pun mudah mengelabui.

Begitu pula yang dilakukan Sar alias Pud. Lelaki 33 tahun yang telah beristri dan punya anak ini mengelabui korban, sebut saja Mawar (nama samaran), dengan mengiming-imingi jajan. Apalagi, Sar mengatakan akan membelikan jajan yang banyak.

Kemudian, pekerja swasta itu meminta korban menuruti perintahnya, yakni masuk ke kamar. Begitu korban masuk kamar, pelaku menggauli anak baru gede belasan tahun tersebut.

Baca juga: Anak Berkebutuhan Khusus di Tala Jadi Korban Perundungan, Modus Pelaku Sesederhana ini

Pelaku beralasan, semula tak berniat melakukan perbuatan asusila tersebut. HIngga kemudian, hasratnya menggebu ketika melihat korban buang air kecil di dekatnya.

Kapolres Tala AKBP Cuncun Kurniadi melalui Kapolsek Pelaihari, Ipda May Felly Manurung, mengatakan, kasus asusila tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan. "Tersangka sudah kami tahan. Kondisinya sehat saja," sebut Felly, Senin (12/10/2020).

Diketahui, pelaku sudah sangat mengenal korban karena sesama satu kampung. Namun, rumahnya berjauhan.

Sementara itu ketika ditanya wartawan mengapa tega menggauli korban, pelaku terdiam dan mengaku sebenarnya tak berniat melakukan perbuatan tersebut. "Pas melihatnya, lalu saja kepikiran itu (menggauli, red). Saya khilaf," ucap pelaku yang kini mendekam di sel Polsek Pelaihari.

Informasi diperoleh, lantaran mengalami kondisi yang demikian, korban kadang memang buang air kecil di tempat terbuka ketika jauh dari toilet.

Satu waktu beberapa hari lalu, korban buang air kecil ketika pelaku berada di sekitar. Hal itu yang menurut pelaku kemudian membuatnya terangsang.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved