Breaking News:

Opini Publik

Opini - Bola Panas Pendidikan Pasca-UU Cipta Kerja

Seluruh anak bangsa di republik tercinta ini dikejutkan dengan pengesahan UU Cipta Kerja yang memasukkan pendidikan sebagai dunia usaha.

Oleh: Moh. Yamin (Pemerhati Pendidikan, Peserta Program Doktoral di Universitas Negeri Surabaya)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seluruh anak bangsa di republik tercinta ini dikejutkan dengan pengesahan UU Cipta Kerja yang memasukkan pendidikan sebagai dunia usaha.

Pasal 65 pada paragraf 12 tentang pendidikan dan kebudayaan menyatakan dengan tegas bahwa pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan dapat dilakukan melalui Perizinan Berusaha yang diatur kemudian dengan Peraturan Pemerintah.

Ini berarti bahwa ada peluang pendidikan akan menjadi lahan bisnis ketika hal tersebut sudah diundangkan.

Pertanyaannya adalah mengapa pendidikan selalu menjadi isu seksi yang selalu mengundang perhatian yang berkepentingan untuk dimasukkan dalam kerangka berpikir pragmatis?

Baca juga: Tajuk - Kampanye Aman di Tengah Pandemi

Baca juga: Jemput Bola, Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan Lalu Lintas Kurang 1 Hari

Baca juga: TMMD Kodim 1001/Amuntai Optimistis Kegiatan Rampung Tepat Waktu di Desa Sarang Burung HSU

Sekali lagi, kita semua perlu memiliki pandangan sejarah yang sama bahwa tatkala pendidikan menjadi ladang perdagangan, ini akan melahirkan kerangka pendidikan yang sangat kapitalis.

Akan terjadi kasta pendidikan. Akan terjadi komersialisasi pendidikan. Akan melahirkan perbedaan kelompok masyarakat yang kemungkinan besar menjadi privelese karena merasa bersekolah di tempat yang mungkin jauh lebih mentereng secara fasilitas.

Pendidikan yang diperlakukan secara ladang bisnis akan memproduksi kehidupan masyarakat yang timpang.

Bagi yang berekonomi kuat, mereka akan mau saja untuk bersekolah di tempat tersebut, sedangkan bagi yang kere secara ekonomi menjadi mustahil pun untuk bersekolah di tempat tersebut.

Kondisi demikian sesungguhnya menjadi kunci bagi hancurnya penyelenggaraan pendidikan yang memanusiakan manusia.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved