Breaking News:

Tajuk

Menanti Janji Belanda

Pemerintah Negeri Kincir Angin dikabarkan akan mengembalikan sekitar 100.000 benda pusaka milik Indonesia yang diambil semasa penjajahan.

BANJARMASINPOST.CO.ID - KABAR gembira itu datang dari Belanda, negara yang pernah cukup lama menjajah bangsa Indonesia. Pemerintah Negeri Kincir Angin itu dikabarkan akan mengembalikan sekitar 100.000 benda pusaka milik Indonesia yang diambil semasa penjajahan.

Satu di antara ratusan ribu pusaka tersebut adalah berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin. Barang tersebut dikuasai Belanda di akhir abad ke-19 dan kini dipajang di Museum Nasional Belanda, Rijks Museum di Kota Amsterdam.

Dari foto yang terpampang di situs Rijks Museum, berlian itu berbentuk kotak dengan banyak sudut kristal yang bening. Ukurannya 2,186 x 1,737 cm dengan tinggi 1,386 cm. Beratnya 7,65 gram. Nama batu mulia ini jelas tertera: ‘The Banjarmasin Diamond, anonymous, c.1875’.

Berlian ini adalah rampasan perang. Pernah dimiliki Panembahan Adam, Sultan Banjarmasin (Kalimantan), demikian keterangan yang tertera soal berlian itu. Zaman dahulu, setelah Sultan meninggal dunia, Belanda mengintervensi peperangan perebutan kekuasaan Kesultanan Banjarmasin. Pada 1859, tentara Belanda menguasai Banjarmasin dengan cara kekerasan dan menghapus kesultanan. Begitu narasi di situs web Rijksmuseum.

Lalu, kapan kira-kira Belanda akan mengembalikan berlian yang ditaksir berharga Rp 120 miliar tersebut?

Tentunya diperlukan kesabaran hingga Berlian Banjarmasin kembali ke Banua. Sebab sebelum itu berbagai riset dilakukan oleh para peneliti Belanda maupun Indonesia.

Sambil menunggu waktu itu tiba, sebaiknya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pihak Kesultanan Banjar mempersiapkan segala sesuatunya. Pertama tentu saja akan disimpan di mana berlian tersebut? Berdasar data, di Kalimantan Selatan minim museum. Museum Lambung Mangkurat di Kota Banjarbaru dan Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) di Kota Banjarmasin. Amankah bila ditaruh di sana? Jangan sampai mengulang tragedi Intan Trisakti seberat 166,75 karat bernilai Rp 10 triliun yang tak jelas rimbanya.

Seiring itu, ada baiknya pula mendata benda apa saja lagi milik daerah ini yang masih dikuasai Belanda. Sampai saat ini, yang terus diupayakan sejak 2009 adalah pengembalian rangka kepala Demang Lehman dari Museum Leiden. Tak ada salahnya pemerintah daerah meminta bantuan pemerintah pusat untuk kembali melobi Raja Belanda, agar jasad Demang Lehman yang dimakamkan tanpa kepala sejak 27 Februari 1862, damai di alam sana. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved