Breaking News:

Tajuk

Sepakbola Sehat

Kompetisi sepakbola nasional, baik Liga 1 atau Liga 2, belum mendapat lampu hijau dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dilanjutkan.

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kompetisi sepakbola nasional, baik Liga 1 atau Liga 2, belum mendapat lampu hijau dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk dilanjutkan.

Setelah resmi ditunda pada pertengahan Maret 2020, sebagai dampak pandemi corona, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebenarnya berencana menggelar lanjutannya pada Oktober 2020.

Lantaran tidak dizinkan Polri, PT Liga akan memulai lagi 1 November. Rencana ini pun batal, karena lampu hijau tak juga dipencet polisi.

Polri beralasan, keramaian belum bisa digelar karena penularan virus corona belum bisa dikendalikan. Ditambah ada pelaksanaan Pilkada serentak.

Argumentasi tanding pun bermunculan. Di antaranya, pertandingan liga 1 dan Liga 2 yang hanya dihadiri pemain, pelatih, official dan panitia pertandingan, dan tanpa penonton, semestinya tetap bisa diizinkan.

Stadion berkapasitas puluhan ribu orang yang hanya disisi sekitar 100 orang, diyakini tidak bisa disebut sebagai lokasi yang berpotensi menjadi cluster penularan virus corona.

Bila hanya itu alasannya, memang seharusnya Polri bisa memberikan izin keramaian berupa pertandingan sepakbola Liga 1 dan Liga 2 yang tanpa penonton.

Tapi, ini bukan Eropa. Yang ketika pertandingan digelar tanpa penonton, benar-benar tidak ada fans yang mengerubut di sekitar stadion.

Pada banyak kejadian pertandingan hukuman di Liga 1 dan 2 yang digelar di tahun-tahun sebelumnya, para supporter tetap menyemut ke sekitar stadion. Mereka sangat antusias bersorak dari luar stadion.

Belum lagi kemungkinan digelarnya nonton bareng di banyak tempat, di saat pertandingan digelar tanpa penonton. Tentu saja, Nobar akan menjadi kerumunan supporter mendukung tim kesayangannya.

Bila potensi kerumunan di tempat nonton bareng dan di luar stadion yang menjadi pertimbangan polisi tidak mengeluarkan izin, tentu bisa dipahami.

Toh pertandingan sepakbola sehat masih bisa dilakukan di kemudian hari. Ketika penyebaran virus corona telah terkendali. Baik karena munculnya herd immunity warga atau vaksinasi telah dilakukan secara total. Mari tetap sehat, sambil mencari alternatif pembinaan agar potensi pesepakbola kita tidak terhenti karena tidak bertanding. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved