Breaking News:

Berita Tapin

Kurangi Potensi Karhutla, Kadis LH Kalsel Sebut Ada 16 Unit Sekat Kanal di Lahan Desa Tatakan Tapin

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, mengakui keberadaan sekat kanal di Desa Tatakan mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmaisnpost.co.id/nurholis huda
Kadis LH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Desa Tatakan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, adalah satu dari desa yang melaksanakan program revitalisasi kawasan gambut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan Desa Tatakan merupakan zona merah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Itu terjadi pada 2015 hingga 2017 lalu, sehingga tegakan tumbuhannya tidak terlalu banyak lagi akibat musibah kebakaran tersebut.

Hanifah mengatakan selama 2020 ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan tidak membangun.

Baca juga: Distribusi Air Pelanggan PDAM Bandarmasih di Wilayah Banjarmasin Timur Akan Terganggu, Ini Sebabnya

Baca juga: Bantuan Sembako Peringatan HKSN Pemkab Banjar Ditiadakan

Baca juga: UU Cipta Kerja Dituding Membalikkan Desentralisasi, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Dapil Kalsel

"Kami hanya memelihara saja kawasan Gambut. Di Desa Tatakan ini ada 16 unit sekat kanal," katanya kepada awak media.

Hanifah mengakui keberadaan sekat kanal di Desa Tatakan berdampak mengurangi potensi kebakaran lahan dan hutan.

Selain itu, di kawasan gambut Desa Tatakan menjadi lokasi pemancingan ikan juga ada tanaman cabai rawit kemitraan dengan perusahaan.

"Lahan gambut lainnya jika belum ada kemitraan akan dicarikan," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved