Breaking News:

Berita Kotabaru

Korban Kebakaran di Desa Tarjun Kelumpang Hilir Kotabaru Ini Menantikan Adanya Bantuan Pakaian

Abdul Hamid (60), korban musibah kebakaran di pasar Desa Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, hingga kini belum mendapatkan bantuan pakaian.

Penulis: Herliansyah | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Abdul Hamid, korban kebakaran di Desa Tarjun Kotabaru sangat mengharapkan adanya bantuan pakaian 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Abdul Hamid (60), korban kebakaran di Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan masih bingung.

Sudah sepekan lebih musibah terjadi, namun belum mendapatkan bantuan sandang. 

"Bantuan logistik sudah. Pakaian yang belum ada," tutur Abdul Hamid saat ditemui banjarmasinpost.co.id, Sabtu (17/10/2020).

Lelaki tinggal dengan istrinya di rumah kontrakan turut luluhlantak bersama puluhan buah los pasar. Saat kejadian, tidak sempat membawa barang-barang penting termasuk pakaian. 

"Aku saja kalau tidak dikeluarkan warga dari rumah, tidak tahu bagaimana kejadiannya. Waktu itu kaki seperti terasa lumpuh," ujar Hamid.

Baca juga: Pisang Seribu, Pisang Unik ini Tumbuh di Halaman Rumah Warga di Kupang Tapin Kalsel

Baca juga: Disperkim Banjar Usulkan 10 Unit Bedah Rumah di 2021

Baca juga: Tala Perkuat Data Pembangunan Daerah, Tiap SKPD Sekarang Sedang Lakukan Tahap ini

Berharap ada bantuan sandang/pakaian, karena semenjak kejadian baju dipakainya hanya selembar di badan. "Belum ada ganti-ganti. Baju semua habir terbakar," kata parubaya asal Banjarmasin dan baru empat berdomisili di Desa Tarjun

Belum bisa membeli pakaian baru atau setengah layak pakai. Untuk tempat tinggal pun, Abdul Hamid sepertinya perlu berjuang keras agar bisa membayar yang kontrakan rumah baru di tempatnya pasca kebakaran. 

Rumah kontrakan baru di tempatinya rutin dibayar perbulan Rp 250 ribu. Sementara tidak ada pekerjaan lain sebagai sumber pendapatannya, selain dari hasil jualan gorengan. 

"Tinggal di rumah kontrakan, karena tidak punya tanah," ungkap Abdul Hamid kepada banjarmasinpost.co.id.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran meluluhlantakan bangunan pasar di Desa Tarjun terjadi sepekan lalu. Selain 80 kios ludes, dua ruko pun turur dilalap si jago mereka. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. 

(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved