Breaking News:

Tren Jamu Botol Kekinian di Banjarmasin

Sebulan, Jamu Tradisional Olahan Pebisnis di Banjarmasin ini Terjual Capai 1.400 Botol

Sejak kemunculan Covid-19 di Indonesia diakui Owner Jamu Alrumi, Rahma cukup mendapat peningkatan permintaan.

Penulis: Mariana | Editor: Eka Dinayanti
rahma untuk bpost
Proses pembuatan jamu kekinian di Banjarmasin. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak kemunculan Covid-19 di Indonesia diakui Owner Jamu Alrumi, Rahma cukup mendapat peningkatan permintaan.

Brand jamu Alrumi milik Rahma ada tiga varian rasa, yakni galuh langkar merupakan jamu original dari Alrumi ukuran 250 ml, jahe merah ukuran 250 ml, dan kunyit asam sirih ukuran 250 ml dan 500 ml dibanderol kisaran Rp 18.000-35.000 per botol.

Baca juga: Desain Modern dan Praktis, Jamu Tradisional dalam Botol Kian Digemari Warga Banjarmasin

Baca juga: New Normal di Banjarmasin, Penjualan Jamu Botolan Meningkat 70 Persen

Baca juga: Produsen Jamu Tradisional di Banjarmasin Sediakan Varian Kombinasi Permintaan Konsumen

Baca juga: Berawal Suka Konsumsi, Pebisnis di Banjarmasin ini Termotivasi Berbisnis Jamu

Jamu yang best seller adalah galuh langkar, sebab dikatakan Rahma, jamu original dari alrumi ini di dalam satu botolnya sudah komplit rempah-rempahnya ada kunyit, kunyit putih, jahe, sirih, majakani, pinang dan rempah-rempah lainnya.

"Dalam satu bulan jamu kami laku terjual 1.000-1.400 botol, dan omzet yah dihasilkan kisaran Rp 12-24 juta per bulan," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved