Breaking News:

Opini

Opini Publik - Aktor Politik Perlu Berperan Baik

Manusia dalam kedudukan sosial dan profesi mereka pada dasarnya sedang memainkan sebuah peranan. Singkat kata, setiap manusia adalah aktor.

istimewa/Satrio Wahono
Satrio Wahono 

Oleh: Satrio Wahono (Sosiolog dan Magister Filsafat UI)

BANJARMASINPOST.CO.ID - "Acting is half shame, half glory. Shame at exhibiting yourself. Glory when you can forget yourself." (John Gielgud, aktor teater Inggris)

Pada dasarnya setiap manusia itu sama dan setara. Keterlemparannya pada posisi-posisi sosial beserta peran masing-masinglah yang kemudian membedakan mereka.

Artinya, manusia dalam kedudukan sosial dan profesi mereka pada dasarnya sedang memainkan sebuah peranan. Singkat kata, setiap manusia adalah aktor.

Dalam konteks politik, setiap pemegang jabatan publik, entah itu presiden, menteri, anggota DPR, dan lain sebagainya, adalah aktor politik.

Baca juga: Tajuk - Ingat Tujuan Awal

Baca juga: Talk Show Menjemput Asa Vaksin Covid-19

Baca juga: Kapolres Banjar Beri Penghargaan kepada Personel Humas dan Satreskrim

Di sinilah, perkataan John Gielgud di atas tentang seni peran (acting) yang baik perlu kita simak. Seorang aktor dikatakan memerankan karakternya dengan baik jika dia malu menampilkan dirinya sendiri.

Justru, seorang aktor yang baik harus melupakan dirinya sendiri dan mengabdi pada tuntutan-tuntutan yang diharuskan oleh perannya.

Memang, pelopor teater realisme Rusia, Stanislavsky, secara paradoksal pernah mengatakan akting yang baik itu adalah tidak berakting.

Namun, ia tentu tidak memaksudkan kita berperan sebagaimana diri sendiri apa adanya sehari-hari.

Melainkan, para aktor dituntut memikirkan sebuah momen dalam hidup mereka untuk digunakan di dalam peran yang mereka mainkan. Intinya, seorang aktor dituntut untuk lebur ke dalam perannya.

Halaman
123
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved