Breaking News:

Penanganan Covid 19

Hadir di B Forum, Anggota Tim Pakar Covid-19 ULM Sebut Tiga Cara Perubahan Perilaku

Disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengubah prilaku masyarakat agar taat akan protokol kesehatan tanpa harus selalu diberikan pengingatan.

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Hari Widodo
Dok Bpost
B Forum-Kampanyekan Kebiasaan Baru. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia tak terkecuali Kalimantan Selatan, membuat semua pihak berjibaku dalam melakukan penanganan guna menekan angka penyebaran Covid ini.

Belum adanya obat atau vaksin atas virus ini pun membuat langkah-langkah protokol kesehatan terus digencarkan petugas.

Hal ini termasuk termasuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru yang sekarang ini dilakukan masyarakat. Dalam konteks tersebut kedisiplinan disebut sebagai upata pencegahan yang utama.

Disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengubah prilaku masyarakat agar taat akan protokol kesehatan tanpa harus selalu diberikan pengingatan.

Baca juga: Angka Covid-19 Mulai Melandai, Satgas Covid-19 HSS Terus Awasi Protokol Kesehatan

Baca juga: VIDEO Giat Perwali Nomor 68 Berakhir, Satpol PP Banjarmasin Tetap Monitor Protokol Kesehatan

Baca juga: Operasi Yustisi di Pasar Masingai Tabalong, Petugas Gabungan Tak Dapati Pelanggar Protokol Kesehatan

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol M Rifai yang menjadi narasumber pada acara B Forum bertema Efektivitas Tim Yustisi Razia Masker, Selasa (20/10/2020) siang mengungkapkan strategi percepatan, penanganan, dan pengendalian Covid yang dilakukan Polda Kalsel.

Antara lain, menyosialiasasikan kepada masyarakat tentang 3 M dan 1 T, yakni cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Sedangkan satunya adalah menjauhi kerumunan.

Kemudian Testing, Tracking dan Treatmen atau, 3 T. Pemberdayaan Tim Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE). Selanjutnya peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya, serta peningkatan kapasitas uji PCR dan TCM.

Selanjutnya mengevakuasi warga yang isolasi mandiri agar mau diajak dan diarahkan ke tempat isolasi RS dan karantina disediakan.

"Kami juga melaksanakan kegiatan bentuk tim khusus, data masyarakat OTG dan datangi ajak berdikusi dan kita ajak bawa ke RS karantina supaya cepat penanganan dan sembuh,” tutur Rifai.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved