Breaking News:

Tajuk

Dulu Kompeni Kini Pandemi

HARI Santri, diperingati setiap 22 Oktober. Jadi peringatan terhadap sejarah panjang perjuangan pelajar Islam.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI Santri, diperingati setiap 22 Oktober. Jadi peringatan terhadap sejarah panjang perjuangan pelajar Islam. Ini adalah tahun kelima, sejak ditetapkan oleh Presiden Jokowi pada 2015 lalu.

Tentunya, setelah 75 tahun semangat resolusi jihad masih membara. Kini 5 tahun hari santri, para santri dan masyarakat Indonesia dihadapkan pada musuh baru yaitu Covid-19.

Dilansir dari Nu.or.id, PBNU memberikan pernyataan resminya yang intinya jika dulu resolusi Jihad dimaksudkan untuk melawan penjajah, maka jihad kali ini adalah bersatu melawan wabah Corona agar semua diberi keselamatan dan kesehatan. Sehingga visi misi hari santri tahun ini adalah “Santri Sehat, Indonesia Kuat”.

Di Kalimantan Selatan semangat para Santri juga tetap bergelora walau di tengah Pandemi, di Hulu Sungai Utara misalnya. Kepala Kantor Kementerian Agama HSU H Yusran, mengharapkan pesantren-pesantren di HSU menerapkan protokol kesehatan dalam rangkaian acara peringatan Hari Santri.

Ada seruan, Hari Santri agar dapat diselenggarakan dengan suasana khidmat namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Pegang teguh esensi Hari Santri, wujud syukur bersama atas keberadaan pesantren dan para santri sebagai agen dakwah di tengah masyarakat.

Perjuangan para santri terdahulu jadi teladan, lanjutkan sesuai dengan posisi dan situasi saat ini. Terlebih saat ini sedang dalam masa Covid-19, maka alangkah baiknya jika saat ini pesantren dan santri menjadi contoh dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tengah masyarakat.

Tercatat pesan penting juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Drs H Najwan Noor, M.Pd, bahwa para pengurus santri untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan saat menyemarakan Hari santri.

Di Muktamar NU ke-16 pada 26-29 Maret 1946 di Purwokerto, KH Hasyim Asy’ari kembali mengulang semangat resolusi jihad di hadapan para peserta muktamar dengan mengatakan, tidak akan tercapai kemuliaan Islam dan kebangkitan syariatnya di dalam negeri-negeri jajahan. Selamat Hari Santri Nasional. Santri Sehat, Indonesia Kuat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved