Breaking News:

Berita Tanahlaut

Pemuda Tala Ini Ukir Prestasi Nasional, Raih Posisi Kedua Pemuda Pelopor 2020

Prestasi gemilang diraih Muhammad Ghalih (27). Pemuda asal Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Penulis: Idda Royani | Editor: M.Risman Noor
M GHALIH UNTUK BPOST GROUP
M Ghalih (kanan) ceria meraih posisi kedua pada ajang pemilihan Pemuda Pelopor 2020 tingkat nasional.     

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Prestasi gemilang diraih Muhammad Ghalih (27). Pemuda asal Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ini sukses meraih posisi kedua Pemuda Pelopor 2020 tingkat nasional.

Sebelumnya, pada tingkat kabupaten dan provinsi, ia menjadi juara petama hingga kemudian mewakili Kalsel pada level nasional yang dihelat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu.

Inovasi yang dikembangkannya yakni pada bidang pendidikan. Ia mendirikan Ghalih Foundation sejak 2015 silam. 

"Awalnya hanya secara mental creation. Selanjutnya pada 2016 secara fisik yang terus berkembang hingga saat ini," papar Ghalih, Jumat (23/10/2020).

Anak pertama dari tiga bersaudara dari  pasangan H Akhmad Yani-Hj Siti Fatimah (alm) ini menuturkan pada level nasional Pemuda Pelopor 2020, dirinya bersaing dengan tujuh finalis terbaik dari beberapa provinsi. 

Pada 21 Oktober Ghalih berangkat ke Jakarta karena kembali terpilih untuk memperebutkan peringkat I tingkat nasional dan bersaing dengan dua pemuda pelopor lainnya, Egi Trialogi dari Jawa Barat dan Santi Setyaningsih dari Riau. Pada 22 Oktober 2020 bertempat di studio televisi nasional di Jakarta diumumkan juaranya dan Ghalih meraih posisi kedua.

Dosen muda Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala) ini menuturkan aktivitasnya itu bermula dari kegemarannya belajar bahasa asing pada 2015 silam. Kala itu, bermodal semangat dan motivasi, ia pergi ke Surabaya untuk belajar bahasa Perancis di Institut Français d'Indonésie dan melanjutkan belajar bahasa Inggris ke Pare, Kediri (TEST English School-Kampung Inggris). 

"Saya mencoba melakukan inovasi pada bidang pendidikan, merdeka belajar adalah tujuannya. Semua orang berhak mengakses pendidikan, aplikasi  berbasisis Learning Management System (LMS) telah saya kembangkan dan dihibahkan ke beberapa sekolah dan pondok pesantren serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” paparnya.

Sedangkan program Ghalih Foundation, lanjutnya, sangat banyak dan mudah diakses yakni memberikan pelatihan workshop dan seminar kepada para pelajar dan mahasiswa di Indonesia mengenai berbagai topik pendidikan formal maupun informal yang sedang tren dan diminati. 

Baca juga: Layanan Daring Dukcapil Tanahlaut Kian Familiar, Begini Penuturan Warga

Baca juga: VIDEO Rumah Adat Banjar Gajah Manyusu di Jorong Kabupaten Tanahlaut

Lalu, memberikan bimbingan untuk mendapatkan informasi beasiswa studi tingkat S1, S2, dan S3 di berbagai perguruan tinggi negeri terbaik dan ternama di dunia. Memberikan kursus bahasa asing secara gratis. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved