Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Peringatan Hari Santri, Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha Sampaikan Omnibus Law

anggota DPR RI, Syaifullah Tamliha berharap pemahaman akan Omnibus Law bisa disampaikan pimpinan Ponpes Darussalam Martapura, Kalsel, ke para santri.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah pimpinan pondok pesantren menginginkan naskah Omnibus law juga bisa disampaikan ke pondok pesantren agar bisa disosialisasikan ke santri.

Mereka menyampaikannya kepada anggota DPR RI, Syaifullah Tamliha, yang menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Aula STAI Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2020).

"Dari itu, kita bertemu dengan seluruh pimpinan pondok pesantren yang mungkin belum diterima secara pemahaman akan Omnibus Law ini," ujar anggota DPR asal daerah pilihan Kalsel ini kepada para tokoh pesantren.

Pemahaman akan Omnibus Law, harapnya, bisa disampaikan oleh pimpinan ponpes ke para santrinya.

Anggota DPR RI masa bakti 2019–2024 ini menambahkan, Mensesneg juga sudah menyampaikan draf resmi ke Ketua Tanfiziyah NU dan Ketua Muhammadiyah pusat untuk dikaji.

Baca juga: Penataan Kawasan Religi Sekumpul Martapura Akan Dilakukan Besar-besaran

Baca juga: Pejabat Kemenkumham RI Periksa Lapas Narkotika Karang Intan Kalsel

Baca juga: Kabupaten Banjar Zona Kuning, Dinas PUPR Kembali Operasikan Air Mancur

Baca juga: Disperkim Banjar Usulkan 10 Unit Bedah Rumah di 2021

Baca juga: Ribuan Warga Kehilangan Pekerjaan, Dinas PMD Kalsel Sebut Terbanyak di Kabupaten Banjar

Pemerintah juga kini menunggu masukan dari Ponpes dalam waktu 30 hari, sebelum ditandatangani oleh presiden.

"Sengaja kita gelar komunikasi terkait Omnibus Law ini di Martapura karena pondok pesantren tertua dan terbanyak santrinya ada di Kabupaten Banjar," ujarnya.

Omnibus Law ujarnya dibuat demi memangkas administrasi berbelit untuk usaha dan investasi selama ini.

Terkait pondok pesantren yang sebutnya harus dihidupkan dalam peringatan Hari Santri Nasional, ia mengatakan akan memberi bantuan BTS dan jaringan WiFi bagi ponpes yang berada di luar jaringan seluler maupun jaringan internet.

"Kita ingin mempercepat proses digitalisasi di ponpes sehingga pendidikan bisa dilakukan jarak jauh," ujarnya.

Selain sosialisasi Omnibus Law, peringatan Hari Santri Nasional juga diisi dengan tahlil dan doa bersama.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved