Pilkada Kalsel 2020

Diisukan Sebagai Cagub Kalsel Bayangan di Pilkada 2020, Denny Indrayana Berang

Adanya isu yang menyebutkan maju dalam Pilkada Kalsel 2020 hanyalah sebagai pasangan calon (paslon) bayangan, rupanya membuat denny indrayana berang.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Calon Gubernur Kalsel Nomor Urut 2, H Denny Indrayana. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya isu yang menyebutkan maju dalam Pilkada Kalsel 2020 hanyalah sebagai pasangan calon (paslon) bayangan, rupanya membuat Calon Gubernur Kalsel yakni H Denny Indrayana pun begitu terusik.

Bahkan Calon Gubernur Kalsel dengan nomor urut 2 dan berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Kalsel H Difriadi Drajat ini pun mulai berang dan membantahnya.

Bantahan terhadap tudingan tersebut disampaikan oleh Denny Indrayana saat mendampingi seseorang yang bernama Jurkani menyampaikan laporan resmi ke Sentra Gakkumdu Bawaslu Kalsel, Rabu (28/10/2020) siang terkait adanya dugaan pelanggaran pasal 71 Undang-undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 oleh paslon petahana yakni H Sahbirin Noor-H Muhidin (Paman BirinMu).

Bahkan Denny Indrayana menegaskan bahwa kehadirannya saat itu melakukan pendampingan, adalah untuk membantah isu tersebut.

Baca juga: Pilkada Banjarbaru 2020, Gakkumdu Hentikan Kasus Dugaan Pelanggaran Darmawan Jaya

Baca juga: Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto Melaporkan Dugaan Pelanggaran Pilkada Kalsel 2020

"Ini juga untuk membantah kabar hoax yang terus dihembuskan ke masyarakat untuk mengurangi elektabilitas saya, bahwa saya adalah Calon Gubernur bayangan. Jangan melempar isu tapi terpercik ke muka sendiri. Yang pernah mengalah itu bukan kami. Bisa dicek di tahun 2015 (Pilkada Kalsel 2015, red)," katanya.

Dirinya turut hadir melakukan pendampingan pelaporan ke Sentra Gakkumdu Bawaslu Kalsel tersebut diakuinya sebagai bukti bahwa dirinya bukanlah calon Gubernur bayangan.

"Ini untuk menunjukkan kepada publik agar jangan bilang kami calon bayangan. Kami tidak akan membiarkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di depan mata dan kami akan lakukan langkah hukum serius. Kami pun akan perjuangkan hukum pemilu yang jujur dan adil," katanya.

Denny pun heran dasar dari isu yang mengarah ke dirinya adalah calon Gubernur bayangan yang terus berhembus.

Pasalnya Denny sendiri diusung oleh beberapa partai elit, misalnya Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto dan juga Demokrat yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sekarang diketuai oleh anaknya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan juga PPP.

"Tidak mungkin calon bayangan itu diusung oleh pengusulnya adalah Partai Gerindra, Demokrat dan PPP. Ini adalah partai yang tidak main-main mendukung dalam mendukung calon," jelasnya.

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini pun menantang orang yang dengan sengaja menghembuskan isu ini, untuk mengikuti berbagai agenda kegiatan kampanyenya.

"Mereka yang mengatakan saya calon bayangan tidak usah ikut saya  lama-lama, cukup satu hari saja. Semua kegiatan sudah disusun rapi untuk bisa memenangkan Pilkada. Dan saya kirim pesan kepada yang sengaja menghembuskan isu ini, mari hentikan dan mari berkompetisi secara sehat, tidak perlu menghembuskan isu yang menyesatkan," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved