Breaking News:

Berita Tapin

Abon Cabai Hiyung Tapin Juara Kedua Inovasi Bisnis Sederhana Astra 2020

Abon Cabai Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalsel, juara kedua setelah tim independen menilai semua produk usaha kecil mikro menengah binaan Astra pada 2020.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUKHTAR WAHID
Ketua Kelompok Tani Karya Baru di Desa Hiyung, Junaidi, memperlihatkan produk Abon Cabai Hiyung di sebuah mini market dan kini disiapan untuk diekspor ke Jepang. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Komoditas tanaman cabai rawit hiyung pascapanen di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatna, yaitu Abon Cabai, meraih juara kedua pemenang inovasi bisnis sederhana Astra 2020.

Itu setelah tim penilai independen melakukan penjurian secara ketat atas semua produk usaha kecil mikro menengah binaan Astra pada 2020 ini.

Ketua Kelompok Tani Karya Baru di Desa Hiyung, Junaidi, mengaku merasa bangga karena Cabai Hiyung Tapin dari kelompoknya berhasil meraih juara kedua inovasi bisnis sederhana Astra 2020.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Tapin turut andil membantu, melalui Dinas Pertanian, yaitu mesin genset, oven pengering, 40 boks cabai kering dan 10.000 botol abon cabai isi 350 gram," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: VIDEO Pembangunan Jembatan di Hiyung Kabupaten Tapin Senilai Rp 1,4 Miliar

Baca juga: Enam TPS di Tapin Nol Pendaftar, Bawaslu Perpanjang Rekrutmen Pengawas TPS

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin, saat dikonfirmasi, membenarkannya.

Menurut Wagimin, produk inovasi petani cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. adalah Abon Cabai.

"Alhamdulillah, menjadi bagian terbaik nomor dua. Astra akan membantu memfasilitasi pemasaran untuk ekspor, yaitu Abon Cabai Rawit Hiyung. Rencana, mau di kirim ke Jepang," katanya.

Abon Cabai Hiyung sudah diuji tahan lama hingga satu tahun dan ini sesuai permintaan konsumen di Negara Sakura. Selanjutnya, kemasan Abon Cabai Rawit Hiyung diubah untuk menyesuaikan keinginan pasar di luar negeri.

Baca juga: VIDEO: Sertifikat Indikasi Geografis Cabai Rawit Hiyung Tapin Bakal Diserahkan

Baca juga: Dumptruk Terbalik, Satlantas Polres Tapin Alihkan Arus Lalulintas Lewat Sini

Abon Cabai Rawit Hiyung kemasan harus berbahasa Inggris dan Jepang, botol kemasan dari kaca dan komposisi serta kandungan disertakan dalam kemasan.

Masih kata Wagimin, sesuai arahan Bupati Tapin HM Arifin Arpan, Dinas Pertanian dan terkait lainnya akan melakukan pendampingan untuk peningkatan mutu bahan baku abon.

"Cabai rawit hiyung memang benar-benar produk lokal plasma nutfah yang harus diselamatkan karena mempunyai keunggulan dan juga meningkatkan perekonomian yang ada di desa," katanya.

Menurut Wagimin, dulunya petani cabai rawit hiyung, mencari ikan dan kayu galam.

Baca juga: Cabai Rawit Hiyung Tapin Miliki Sertifikat Hak Paten Merek

Baca juga: Siapkan Ekspor ke Jepang, Bupati Tapin Kunjungi Sentra Tanaman Cabai di Desa Hiyung

Inovasi cabai rawit Hiyung binaan Astra mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Itulah yang menjadi titik berat dari pada penilaian dan mampu menerobos pasar luar negeri.

(Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved