Breaking News:

Berita Nasional

PENYEBAB Gagal Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Ternyata 8 Juta Pengusaha Lakukan Hal Fatal Ini

Bantuan Langsung Tunia (BLT) telah diperpanjang hingga bulan Desember 2020 dengan tambahan penerima sebanyak 3 juta pelaku UMKM

Dokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf
Ilustrasi UMKM makanan dan minuman 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sudah banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berhasil mendapatkan BLT UMKM sebesar Rp 2,4 juta.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM sudah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta kepada pengusaha mikro yang terdampak pandemi.

Bantuan ini pun telah diperpanjang hingga bulan Desember 2020 dengan tambahan penerima sebanyak 3 juta pelaku UMKM.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman menyatakan, dalam prosesnya hingga saat ini ada banyak pelaku UMKM yang dinyatakan harus direject, lantaran ada data yang tidak valid yang masuk pada saat pendataan dilakukan.

Baca juga: BLT Gaji Tahap 2 Cair Awal November 2020, Begini Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan yang Benar

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang, Kemenkop UKM Minta Pemda Laporkan UMKM di Daerah

Baca juga: Cek Penerima BPUM UMKM BRI Lewat eform.bri.co.id, Panduan Cara Dapat BLT UMKM

Baca juga: BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Target 12 Juta Pengusaha, Larangan Bagi ASN, TNI-Polri & Pegawai BUMN BUMD

Sehingga, apabila data tersebut dinyatakan tidak valid, maka para UMKM dinyatakan gagal mendapatkan bantuan.

"Ada sekitar 8 juta data yang ditolak dan harus di-reject karena datanya tidak valid, padahal dari angka itu ada sebanyak 30 persen data yang sebenarnya masih bisa diperbaiki, asal kepala daerah atau dinas yang berasal dari daerah atau kabupaten/kota bisa segera memperbaikinya dengan cepat," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, penyebab data tersebut dinyatakan tidak valid, karena ada beberapa poin yang dikosongkan pada saat mengisi data seperti alamat tempat tinggal, status pekerjaan, hingga salah menuliskan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Oleh sebab itu, lanjut dia, Hanung meminta kepada seluruh dinas daerah yang mengurus program ini, untuk memperbaiki segera data-data para pelaku UMKM dengan cepat. Sehingga dengan begitu, para pelaku usaha bisa mendapatkan bantuan dengan cepat.

Selain itu Hanung juga meminta kepada seluruh pelaku usaha mikro yang sudah dinyatakan menjadi penerima BLT, harus segera datang ke perbankan yang sudah ditentukan untuk melakukan verifikasi dan pencairan dana.

Sebab, jika dalam waktu 3 bulan setelah dana sudah diberikan ke perbankan dan tidak melakukan verifikasi atau pencairan, maka dana tersebut akan ditarik lagi dan dikembalikan ke pemerintah.

"Kalau mereka (pengusaha mikro) dapat BLT pasti akan diberitahukan dari SMS disuruh ke bank supaya konfirmasi dan sebagainya. Nah kalau selama 3 bulan enggak ada konfirmasi sama sekali, akan ditarik lagi BLT-nya sama perbankan, dikembalikan ke pemerintah," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingin Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta? Perhatikan Ini agar Pengajuan Tak Ditolak", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved