Breaking News:

Travel

Umrah Tahap III Dibuka 1 November, Ketua FK Fatuh Minta Travel Umrah Tidak Tergesa-Gesa Kirim Jemaah

Ketua FK Fatuh Kalsel H Saridi Salimin mengingatkan agar travel umroh dan haji khusus jangan tergesa-tegesa memberangkatkan jemaahnya.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
Saridi Salimin untuk BPost
Rapat anggota Forum Komunikasi Penyelenggara Umroh dan Haji Khusus (FK Patuh) Kalimantan Selatan 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Umroh dan Haji Khusus (FK Patuh) Kalimantan Selatan (Kalsel) H Saridi Salimin mengingatkan agar travel umroh dan haji khusus jangan tergesa-tegesa memberangkatkan jemaahnya.

"Kita masih wait end see dulu. Kami juga mengharapkan travel jangan tergesa-gesa mrmberangkatkan jemaahnya, kareNa persyaratan cukup ketat dan resiko sangat tinggi. Nanti tak sesuai dengan hasilnya bila terjadi apa-apa," pesannya, Jumat (30/10/2020).

Dijelaskan dia, pmerintah Saudi Arabia mengeluarkan kebijakan soal pelaksanaan umrah yang harus ditaati oleh Pemerintah Indonesia.

Pembukaan umrah tahap ke-3 dibuka mulai 1 November 2020 sesuai dengan ketentuan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Baca juga: Pembatasan Usia, Biro Travel Umrah Kalsel Edukasi Calon Jemaah Umrah

Baca juga: Protokol Kesehatan Ketat, Biro Travel Umrah Kalsel Perkirakan Potensi Kenaikan Biaya

Baca juga: Calon Jemaah Umrah Bisa Berangkat Bulan Nopember 2020, Batas Usia 18-50 Tahun

Beberapa aturan yang harus dipenuhi oleh calon Jemaah umrah Indonesia, lanjut dia, usia jamaah 18-50 tahun, sesuai dengan persyaratan Kementrian Kesehatan.

PCR Negatif 72 jam sebelum landing, artinya calon jamaah harus melakukan PCR/Swab 3 hari sebelum landing di Saudi dan  sertifikat PCR dengan hasil negatif yang menyatakan bahwa jama’ah bebas dari virus Corona yang dikeluarkan oleh laboratorium yang resmi.

“Untuk jam pengambilan sampel tidak melebihi sampai 72 jam waktu keberangkatan Saudi Arabia,” tandasnya.

Ditambahkannyauntuk pelaksanaan Umrah, shalat dan ke Raudhah calon jamaah harus mengajukan reservasi melalui aplikasi eatmarna.

Jama’ah harus melakukan reservasi untuk kunjungan solat dan umroh di Masjidil Haram, serta mengunjungi Raudhah. Sesuai dengan kontrol dan penyerapan kapasitas aplikasi eatmarna.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved