Pilkada Tanahbumbu 2020
Fakta Sejarah: Masyarakat Tanbu Lebih Suka Dipimpin Tokoh Muda
Juru Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H Maming - Muhammad Alpiya Rakhman, Burhansyah memyampaikan fakta sejarah.
Penulis: Man Hidayat | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Juru Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Syafruddin H Maming - Muhammad Alpiya Rakhman, Burhansyah memyampaikan fakta sejarah.
Menurut H Burhansyah, masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu memiliki kecenderungan untuk memilih tokoh muda yang cocok memimpin daerah ini.
Bahkan ini sudah terbukti yang sudah terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu.
" Selera masyarakat Tanah Bumbu itu, suka sama pemimpin yang muda. Ini fakta," kata Burhan saat berkampanye di Desa Muara Pagatan Tengah, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (1/11/2020).
Dia mencontohkan saat Zairullah melawan Murad Baso pada 2005, pemenangnya adalah Zairullah yang berusia lebih muda.
Kemudian, pada 2010 saat Mardani H Maming (MHM) - Difriadi Darjat berhadapan dengan Hamsyuri - Sartono, yang menjadi pemenang dipilkada itu adalah MHM - Difriadi.
Lalu pada 2015, saat MHM berpasangan dengan Sudian Noor dan berhadapan dengan Abdul Hakim Gusti Hafizi, pemenangnya adalah MHM - Sudian Noor.
"Sudah tiga kali tokoh yang berusia lebih muda menang Pilkada. 9 Desember nanti kita bikin yang keempat kali. Pokoknya jangan pilih pemimpin yang sudah memberikan pengalaman buruk pada generasi muda," katanya.
Burhansyah pun mengajak masyarakat untuk memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanbu secara cerdas.
"Jangan pilih yang ngaku berpengalaman, tapi laporan keuangannya dapat rapor merah terus," kata Burhansyah.
Menurut dia pasangan bergelar SHM-MAR sebagai pasangan termuda di Pilkada Tanah Bumbu dinilai bisa membawa harapan bagi kemajuan Tanah Bumbu.
"Jadi sudah tidak diragukan lagi, pasangan nomor 1 adalah pasangan yang diinginkan masyarakat," ujar Burhan.
Burhansyah yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Tanah Bumbu dua periode itu mengaku sangat memahami kondisi luar dan dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sejak berdiri pada 2003 silam.
Dia mengatakan pada era sebelum Mardani, laporan keuangannya selalu mendapat nilai merah. Itu berbeda dengan era MHM yang selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.
"Saya ini pernah jadi orang luar, juga pernah jadi orang dalam. Jadi saya sangat paham situasinya," kata Burhansyah. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kampanye-099987.jpg)