Breaking News:

Penanganan Covid 19

Pedoman Pemulasaran Jenazah Covid-19, Jubir Satgas : Diterbitkan sebagai Prinsip Kehatian-hatian

Pemerintah telah menerbitkan sembilan pedoman yang terkait pemulasaran jenazah Covid-19.

Dari Warga HST untuk BPost
Pemakaman covid-19 di HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah telah menerbitkan sembilan pedoman yang terkait pemulasaran jenazah Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, menegaskan, aturan tersebut diterbitkan sebagai prinsip kehati-hatian untuk petugas, keluarga maupun masyarakat.

"Supaya tidak ada kesalahan dalam pencatatan dan penanganannya juga harus sesuai prosedur, agar tidak menimbulkan penularan dari keluarga atau siapapun yang menangani jenazah," ujar Wiku dikutip dalam webinar virtual bersama MUI, Senin (2/11/2020).

Pertama, petugas harus punya kewaspadaan dalam gerakan standar menangani pasien meninggal akibat penyakit menular.

Baca juga: OJK Waspadai Naiknya Kasus Covid-19 di Eropa hingga Pilpres AS
"Pada prinsipnya apapun penyakit menular tapi khusus untuk Covid-19 harus tahu standar-standarnya," ujar dia.

Kedua, alat pelindung diri (APD) lengkap harus digunakan petugas dalam menangani jenazah jika pasien meninggal dalam masa penularan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif 12 Orang, Terbanyak dari Banjarmasin

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh Kian Mengalir Deras di Tala Kalsel, Sisa ini yang Jalani Isolasi

Lalu ketiga, jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah

Keempat, tidak boleh ada kebocoran cairan tubuh.

Memang sudah meninggal tetapi potensi virusnya masih hidup beberapa saat setelah orangnya meninggal sehingga kebocoran itu harus dicegah.

Kelima lanjut Wiku, memindahkan segera ke kamar jenazah setelah pasien meninggal dunia.

Halaman
12
Editor: M.Risman Noor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved