Berita Kabupaten Banjar

VIDEO Sawah Terendam, Petani Keramat Baru Kabupaten Banjar Terpaksa Cepat Panen

Petani Desa Keramat Baru, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, cepat panen karena khawatir padi membusuk atau diserang tikus akibat lahannya terendam.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono

Editor: Alpri Widianjono

ANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petani di Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, terpaksa memanen padi yang sudah terendam lebih cepat.

"Padahal, seminggu lagi baru benar-benar matang. Tapi karena terendam, jadi dipanen lebih cepat," ujar Fadly, petani setempat, kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (3/11/2020).

Hasil padi, menurutnya, harus dipanen lebih awal. Jika tidak, bisa diserang hama tikus yang memakan padi lebih dulu. Selain itu,  dikhawatirkan air di sawah kembali meninggi dan merendam padi lebih dalam.

Kondisi padi terendam hingga setinggi lutut tersebut, ungkap Fadly, sudah terjadi sekitar seminggu yang lalu. Padi terendam pun,  baru terjadi kali ini. "Tahun kemarin, tidak terendam seperti ini," imbuh dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kabupaten Banjar Makin Melandai, Tersisa Tujuh Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Warga Desa Lok Baintan Kabupaten Banjar Mengolah Ilung Menjadi Barang Kerajinan

Baca juga: Akses Jalan ke Bandara Internasional Syamsudin Noor Kalsel Dipermulus

Baca juga: Kemenag Banjar Kalsel Belum Pastikan Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah

Tak hanya dirinya, petani lain yang bertani di sekitarnya juga mengalami nasib serupa, Ahmadi misalnya. Lahan pertanian Ahmadi bahkan terendam seluruhnya.

Petani ini mengatakan panen tahun ini lebih sulit dari tahun lalu. Hal ini dikarenakan padi yang dipanen harus segera dibawa ke lokasi yang lebih tinggi agar tidak basah.

"Biasanya, habis dipetik, menjemurnya di sawah ini juga. Tapi karena lokasinya terendam, harus segera dibawa ke lokasi yang lebih tinggi atau langsung dibawa pulang," urainya.

Menurutnya, kondisi seperti ini sangat jarang terjadi. Pasalnya, setiap tahunnya, musim panen selalu tiba di saat kemarau. "Ini jarang terjadi, dimana musim panen bertepatan dengan musim hujan," ungkapnya.

Meski terendam, para petani tak dapat berbuat banyak, karena kondisi alam yang sudah masuk penghujan, ditambah sawah mereka yang lokasinya dataran rendah, sehingga cepat terendam.

( Banjarmasinpost.co.id /Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved