Breaking News:

Opini Publik

Refleksi Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: Keluarga sebagai Solusi Konservasi

Sebanyak 6.203 desa di 1.592 kecamatan dan 355 kabupaten yang berada di dalam dan di sekitar kawasan konservasi

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Kepala BKSDA Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi M.Sc. 

 Oleh: Dr Ir Mahrus Aryadi M.Sc Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kawasan konservasi yang dikelola oleh Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 27,14 juta hektare.

Sebanyak 6.203 desa di 1.592 kecamatan dan 355 kabupaten yang berada di dalam dan di sekitar kawasan konservasi.

Fakta ini mengharuskan adanya “corrective actions” pengelolaan kawasan hutan konservasi melalui pemberian akses kelola bagi masyarakat, dan didasari “collective actions” melibatkan multi pihak (lintas batas) sesuai fungsi dan perannya.

Pelibatan maksimal multi pihak ini merupakan bentuk dari kepedulian bersama para pihak terhadap tumbuhan dan satwa liar, terutama yang dilindungi, beserta habitat hidupnya, diistilahkan dengan Extended Family (EF).

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2020 yang jatuh pada 5 November, bertujuan meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita.

EF yang diambil dari pokok-pokok pikiran Ir Wiratno MSc, dalam buku Wisata Intelektual: Catatan Perjalanan 2005-2020 dan hasil kerja kerja lapangan, menjadi bagian dari upaya pengelolaan konservasi tersebut.

Solusi Konservasi

Kawasan konservasi di Indonesia hingga 2019 seluas 1,8 juta hektare yang kondisinya terbuka. Penyebab permasalahan antara lain: penebangan liar, perladangan, pembukaan hutan tanpa izin, pemukiman, keterlanjuran (kebun dna tambak), kebakaran hutan, penambangan tanpa izin, perburuan tanpa izin, dan spesies invasif.

Adapun akar permasalahan antara lain: kemiskinan di sekitar kawasan konservasi, absennya petugas di tapak, kualitas SDM rendah, kepemilikan lahan masyarakat yang terbatas, problem demografi dan anggaran yang terbatas.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved