Breaking News:

Opini Publik

Refleksi Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional: Keluarga sebagai Solusi Konservasi

Sebanyak 6.203 desa di 1.592 kecamatan dan 355 kabupaten yang berada di dalam dan di sekitar kawasan konservasi

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Kepala BKSDA Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi M.Sc. 

Proses yang telah dilalui yakni komunikasi dialogis, membangun kepercayaan, dan bersama kerja saling menguntungkan.

Skema Pemberdayaan Masyarakat yang telah terbentuk di 11 resort sebanyak 15 kelompok binaan di 15 desa. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: pengembangan lebah madu kelulut di Resort Kelautku, usaha tanaman hidroponik dan ikan Nila di Resort Teluk Kelumpang, dan pengolahan gula aren di resort Pamukan.

Kemudian pengembangan lebah madu di resort Sungai Lulan dan Sungai Bulan, pengolahan hasil ikan laut dan pengemasannya di Resort SM Pelaihari, pembudidayaan itik petelur dan kepiting soka di resort SM Kuala Lupak.

Pemberdayaan masyarakat di kawasan penyangga ini bertujuan untuk menguatkan komunikasi dan kerja bersama dalam perlindungan dan pengawetan serta pemanfaatan kawasan konservasi.

Kepala BKSDA Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi M.Sc.
Kepala BKSDA Kalsel Dr Ir Mahrus Aryadi M.Sc. (istimewa)

Mengapa Extended Family

Extended Family (EF) kalau diterjemahkan secara harfiah berarti Keluarga Luas, sebagai perluasan dari Keluarga Inti (Core Family). Pertanyaannya: mengapa extended family? Siapa saja yang termasuk EF?

Jawabannya tidak lain karena luasnya wilayah kelola kawasan hutan, termasuk kawasan konservasi. Kawasan konservasi bersifat spesifik, karena umumnya terletak di remote area, di ujung batas negeri, yang sulit dijangkau transportasi dan sarana komunikasi, sehingga tidak mungkin dikelola secara sendiri.

Belum lagi dengan keterbatasan SDM, baik kualitas maupun kuantitas. Extended Family adalah sebuah strategi pendekatan realistis dan cerdas yang dikembangkan oleh Dirjen KSDAE Ir Wiratno MSc, atas dukungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Wiratno mendefinisikan EF sebagai satuan sosial yang terdiri dari keluarga inti dan saudara sedarah mencakup tiga generasi atau lebih. Namun ternyata maksud EF lebih dari itu, EF adalah keluarga yang lebih luas dari sekedar hubungan darah keluarga belaka.

Nilai-nilai yang dibangun dalam EF adalah: kerja sama dan kebersamaan; kegotongroyongan; kekompakan; saling mengingatkan dan mengajak; saling percaya; tidak ada yang ditinggalkan sendiri; kesadaran kolektif; aksi kolektif; saling belajar; komunikasi asertif; dan membangun sistem bertetanggaan yang baik. Sistem nilai di atas harus disemai, ditanamkan, dipelihara dan dikembangkan secara partisipatif.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved