Breaking News:

Tajuk

Komitmen Lingkungan

Secara materi, mereka yang melihat langsung debat tersebut sudah bisa menilai. Ada plus-minus dari masing-masing calon

BANJARMASINPOST.CO.ID - Debat perdana calon gubernur Kalimantan Selatan telah digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, Rabu (4/11) malam. Petahana Sahbirin Noor, atau akrab dipanggil Paman Birin bertemu dengan sang penantang Denny Indrayana untuk sama-sama memaparkan visi-misi dan program kerjanya.

Secara materi, mereka yang melihat langsung debat tersebut sudah bisa menilai. Ada plus-minus dari masing-masing calon yang akan berlaga pada 9 Desember 2020 mendatang.

Masing-masing pendukung tentu menilai calon merekalah yang unggul. Tapi bagi pemilih pemula, ataupun warga yang belum menentukan pilihannya, debat menjadi kunci. Debat menjadi sarana menguji keseuaian ide dan harapan mereka.

Dengan tema hukum, HAM, kebangsaan, agraria, politik dan pemerintahan, satu yang sudah diprediksi bakal muncul dalam perdebatan adalah mengenai isu pertambangan. Siapapun penantang, siapapun petahana, isu ini memang ‘seksi’ untuk dibahas oleh para calon pemimpin di Banua. Mengingat potensi sumber daya alam Kalsel yang sedemikian besar. Ini juga menjadi cerminan saat debat Pilpres lalu, yang juga banyak menyinggung mengenai Freeport. Isu tambang dengan berbagai pernak-perniknya tidak pernah bisa selesai dibahas dalam satu-dua jam.

Apalagi sumber daya alam juga memiliki aspek yang luas, baik itu lingkungan, hukum, sosial, agraria, dan ekonomi.

Sang petahana pun dengan tegas tak akan menolak investasi, namun di sisi lain berjanji bertindak tegas apabila ada pelanggaran. Sementara penantang memakai isu pertambangan untuk mengungkap persoalan-persoalan lain khususnya mengenai masalah ketidakadilan.

Dalam konteks tambang dan lingkungan, satu yang sama, bahwa keduanya mendukung pelestarian pegunungan Meratus. Tagar savemeratus, ternyata menjadi titik temu kedua calon.

Dari apa yang disampaikan, semoga apa yang menjadi janji para calon pemimpin Kalsel benar-benar dilaksanakan, bukan retorika, atau sekadar kata-kata untuk menyenangkan pendukungnya. Ditunggu saja, pasca-9 Desember, seperti apa konkritnya savemeratus dijalankan oleh pemimpin Banua. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved