Berita HSS
VIDEO : Oprit Jembatan Ambutun Madang di HSS Jeblok
Disebutkan, untuk anggaran di APBD Perubahan 2020, Pemkab HSS melalui DInas PUTR telah menganggarkan untuk perbaikan jalannya. Perbaikan jalan tersebu
Penulis: Hanani | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Warga di Desa Ambutun Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengeluhkan kondisi jembatan di desa tersebut yang kini tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Menurut warga hampir lima tahunan kondisi jembatan mengalami jeblok di bagian oprit-nya, yang diduga karena tidak dilakukan penyiringan yang kuat.
Padahal, jembatan tersebut cukup penting sebagai akses masyarakat mengangkut hasil karet dan hasil bumi lainnya, yang dukunya bisa dilewati angkutan pikap.
“Sudah lama hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Padahal, cukup penting bagi kami untuk mengangkut hasil karet, paring (bambu) maupun hasil bumi lainnya,”kata Yuliadi warga Ambutun.
Kondisi jalan sekitar jembatan sendiri sudah beraspal, meskipun jalan aspalnya tak begitu lebar. DIjelaskan Yuliadi, jalan tersebut merupakan akses terdekat warga Ambutun ke Desa Madang, Kecamatan Padang Batung maupun ke Kecamatan Telaga Langsat Karena jembatan itu tak bisa dilewati kendaraan roda empat, angkutan hasil bumi melewati jalan lain yang lebih jauh.
Diapun mengatakan warga Ambutun berharap jembatan tersebut diperbaiki.
“Sebab, sudah hampir lima tahunan kondisinya seperti ini. Jika diperbaiki nanti, kami sarankan agar terlebih dahulu dibangun siring yang kuat di sekitar oprit jembatan yang jeblok,”kata Yuliadi.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) HSS menyatakan sudah melakukan survei kerusakan pada oprit jembatan di Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat tersevut. Mengenai perbaikannya, Kepala Bidang Bina Marga Isnaniah mengatakan, kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (8/11/2020) mengatakan, akan dianggarkan di tahun yang akan datang.
Dijelaskan, penanganan jembatan yang menghubungkan Desa Ambutun dengan Telaga Langsat dan Desa Madang Kecamatan Padang Batung itu sudah dilakukan survei ke lokasi.
“Mengingat panjang jembatan ada 12 meter dan sungai yang mengalir di bawahnya memiliki arus cukup deras, minimal digunakan jembatan ginder. Itu memerlukan dana yang besar,”kata Isnaniah.
Disebutkan, untuk anggaran di APBD Perubahan 2020, Pemkab HSS melalui DInas PUTR telah menganggarkan untuk perbaikan jalannya. Perbaikan jalan tersebut, sebagai lanjutan perbaikan sebelumnya yaitu sepanjang 1,4 kilometer.
Dengan demikian, perbaikan jalan di sekitar lokasi jembatan sudah tuntas, sehingga tersisa penanganan jembatan yang opritnya jeblok tersebut. “Jadi untuk jembatan itu akan menjadi perhatian kami untuk dianggarkan di tahun yang akan datang.”kata Isnaniah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)