Breaking News:

BPost Cetak

Aktualisasi Nilai Persatuan Cegah Disintegrasi

Persatuan adalah awal dari kebangkitan, persatuan adalah kekuatan, dan persatuan adalah syarat utama bagi kelestarian Bhineka Tunggal Ika

Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Ilustrasi-Kegiatan yang bertemakan Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika ini dilaksanakan di halaman kantor Pemda HSU yang melibatkan seluruh pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masysrakat serta TNI. Polsi, ASN, dan Organisasi masyarakat. 

Oleh: Dewi Ayu Larasati SS MHum Staf Pengajar di Universitas Sumatra Utara

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Persatuan Indonesia ialah perkara darah daging masing-masing, perkara perasaan yang menghidupkan batang tubuh kita. Mau atau tidak, kita semua masuk terhitung kepada bangsa Indonesia. Jadi insaflah kamu sekalian akan dirimu, supaya tahu akan pendirianmu: insaflah kamu sekalian akan darah daging yang mengalir di badanmu, supaya kamu tahu akan tumpah darahmu!” (Pidato Persatuan dan Kebangsaan Indonesia oleh M. Yamin di muka kerapatan pemuda-pemuda Indonesia, di kota Jakarta 27-28 Oktober 1928)

Pidato Mohammad Yamin dari dulu sudah memperingatkan potensi perpecahan anak bangsa. Nation-state tidaklah mungkin terbentuk dengan tiba-tiba.

Proses yang panjang harus dilakukan para nasionalis yang tidak pernah mengenal lelah, serta terus konsisten membangun sistem itu dan melengkapinya dengan unsur-unsurnya yang saling bertali berkelindan.

Kita menyadari bahwa negara kita ini terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil serta penduduknya sangat heterogen, baik dari segi agama, suku bangsa, bahasa, etnis dan budaya, sehingga potensi perpecahan cukup tinggi.

Dahulu pemuda Indonesia memiliki kepedulian terhadap nasib bangsa. Para pemuda sepakat tidak akan mempersoalkan keragaman, tapi kesamaan bahwa Indonesia merdeka dan sejahtera.

Dari keanekaragaman subkultur terkristalisasi suatu core culture yang kemudian menjadi basis eksistensi nation state Indonesia, yaitu nasionalisme.

Hal itulah yang mendasari bangsa Indonesia untuk melakukan Sumpah Pemuda pada tahun 1928 dengan tujuan mempertemukan keragaman demi persatuan dan kemerdekaan Indonesia.

Dengan demikian, persatuan adalah awal dari kebangkitan, persatuan adalah kekuatan, dan persatuan adalah syarat utama bagi kelestarian Bhineka Tunggal Ika yang kita junjung bersama. Persatuan Indonesia merupakan aset terpenting dari revolusi kemerdekaan kita, yang juga melahirkan ideologi dan dasar negara kita, yaitu Pancasila.

Sejalan dengan apa yang dikatakan Ernest Renan, seorang filsuf dan sastrawan Prancis, bahwa syarat terbentuknya kebangsaan adalah kehendak akan bersatu. Orang-orang Indonesia perlu merasa diri bersatu dan mau bersatu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved