Breaking News:

BPost Cetak

Aktualisasi Nilai Persatuan Cegah Disintegrasi

Persatuan adalah awal dari kebangkitan, persatuan adalah kekuatan, dan persatuan adalah syarat utama bagi kelestarian Bhineka Tunggal Ika

banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Ilustrasi-Kegiatan yang bertemakan Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika ini dilaksanakan di halaman kantor Pemda HSU yang melibatkan seluruh pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masysrakat serta TNI. Polsi, ASN, dan Organisasi masyarakat. 

Pertanyaannya, apakah semangat dan kemauan untuk bersatu tersebut masih menjiwai diri kita hari ini? Apakah rasa persatuan masih menjadi nafas bangsa ini? Mampukah kita merawat kebhinekaan di negeri ini?

Tanpa kita sadari, rasa persatuan dan kesatuan yang selama ini menjadi perekat nasionalisme cenderung memudar. Gejala-gejala disharmonisasi dan disintegritas semakin terlihat. Masyarakat sekarang ini cenderung menjadi impulsif, mudah terpancing isu propaganda dan agitasi, dan semakin mudah melakukan kekerasan. Manakala terjadi konflik apa pun, seperti konflik politik misalnya, konflik itu akan mudah “ditarik” menjadi konflik etnis, atau konflik agama.

Potensi perpecahan bangsa tersebut juga semakin menguat sejak dimulainya era media sosial. Konten media sosial semakin marak dengan kekerasan verbal seperti hoaks dan ujaran kebencian.

Pengaruh informasi global dan media sosial inilah yang bisa memecah semangat Bhineka Tunggal Ika bangsa Indonesia, jauh lebih dahsyat daripada politik devide et empera penjajah Belanda. Apalagi kalau pemerintahnya lemah dan saling tidak bersatu.

Di lain pihak, berbagai kebijaksanaan penyelenggara negara yang semata-mata ditujukan untuk melanggengkan kekuasaan telah pula mengakibatkan perpecahan di kalangan masyarakat, bahkan mempunyai potensi untuk merusak persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apalagi di tahun-tahun politik seperti situasi saat ini, tentu persatuan sebagai bangsa menjadi taruhannya. Sebab, politik kerap menjebak seseorang untuk berpecah, selain itu juga berpotensi menjadikan hubungan menjadi retak.

Lemahnya Persatuan

Potensi perpecahan dan dan konflik sosial akan selalu muncul. Tentu saja persoalan ini sangat mengganggu terhadap harmonisasi dan kenyaman hidup bagi masyarakat atau negara. Dengan demikian tak ada jaminan sebuah bangsa akan terus bertahan.

Suatu bangsa yang besar sekalipun akan mati bila tidak mampu merawat dan mengelola potensi yang dimiliki. Uni Soviet, Yugoslavia, dan beberapa negara lainnya pecah dan bubar karena tidak bisa merawat dan mengelola keberagaman yang dimiliki.

Dahulu, Yunani dikenal sebagai salah satu peradaban terkuat di seluruh dunia, tempat lahirnya berbagai ilmu pengetahuan dan budaya, sehingga Yunani Kuno dipuja-puja berbagai bangsa di dunia kala itu. Namun Yunani kuno juga mempunyai masa kelamnya.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved