Breaking News:

BPost Cetak

Aktualisasi Nilai Persatuan Cegah Disintegrasi

Persatuan adalah awal dari kebangkitan, persatuan adalah kekuatan, dan persatuan adalah syarat utama bagi kelestarian Bhineka Tunggal Ika

banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Ilustrasi-Kegiatan yang bertemakan Nusantara Bersatu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama Bhineka Tunggal Ika ini dilaksanakan di halaman kantor Pemda HSU yang melibatkan seluruh pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masysrakat serta TNI. Polsi, ASN, dan Organisasi masyarakat. 

Yunani kini tengah dilanda kekacauan, utang negara yang banyak, pengganguran dimana-mana. Ini bukan pertama kalinya negeri para dewa itu mengalami kekacauan. Tak lain penyebabnya adalah sifat manusia-manusia yang menjadi penghuni Yunani kala itu, keegoisan mereka kemudian berakhir pada kehancuran.

Kemenangan bangsa Romawi terhadap bangsa Gaulois atau Celte yang menguasai wilayah yang dikenal dengan nama Perancis saat ini pun disebabkan oleh tidak adanya rasa persatuan di antara suku-suku bangsa Gaulois.

Kemenangan bangsa Romawi banyak didukung oleh salah satu kelompok dari mereka yang siap membantunya secara bergantian. Tidak adanya nilai kebersamaan dan persatuan ini juga dibayar mahal oleh bangsa Gaulois; mereka kehilangan kedaulatan, kehilangan anggota keluarganya yang menjadi korban dalam jumlah yang cukup besar, belum lagi menjadi tawanan bahkan dijadikan budak oleh Romawi.

Majapahit dulunya juga dikenal sebagai kerajaan terbesar dalam catatan sejarah Nusantara. Penyebab utama keruntuhan Kerajaan Majapahit yang berkuasa kurang lebih tiga abad adalah karena adanya friksi atau pertentangan dari dalam kerajaan, bukan disebabkan oleh invasi asing atau serangan Demak.

Kondisi internal Majapahit sudah kacau balau terutama sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada.

Korupsi merajalela, perebutan pengaruh dan kekuasaan terjadi antarkerabat kerajaan. Kondisi kerajaan yang sudah lemah menyebabkan Keraton Majapahit jadi salah satu sasaran perusakan, pemberontakan, dan penyerangan dari kerajaan lain.

Kegagalan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam merebut Malaka juga disebabkan karena kekuatan Islam di Nusantara tidak mau bersatu melawan Portugis maupun VOC (Belanda). Bahkan di antara kerajaan-kerajaan tersebut saling mencurigai, akibatnya Malaka jatuh di tangan kolaborasi Johor dan VOC.

Berdasarkan kejadian-kejadian tersebut, menjadi bukti bagi kita bahwa egoisme, keserakahan dan perebutan kekuasaan adalah faktor pemecah belah persatuan di masyarakat yang sangat merugikan, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya peperangan dan penderitaan yang panjang.

Kelemahan bangsa Indonesia pada zaman pra-kemerdekaan sebagai akibat mudahnya negara lain menginvasi negeri ini adalah karena semata-mata lemahnya persatuan dan kesatuan antarsuku bangsa.

Dengan lemahnya kesatuan dan persatuan tersebut maka para penjajah menjadi sangat mudah masuk dengan politik adu domba, memecah belah antar kerajaan dan menjajah serta mengeruk kekayaan Nusantara sampai 350 tahun.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved