Breaking News:

BPost Cetak

Belum Zona Hijau, Kadisdik Balangan Takut Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan Balangan masih belum berani menerapkan pembelajaran tatap muka danmempertahankan pembelajaran daring.

istimewa/mahir
Ilustrasi-Suasana pembelajaran daring SMAN Banua . 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Saat Banjarmasin mulai uji coba membuka sekolah untuk tingkat SMP, sejumlah kabupaten belum berani melakukan pembelajaran secara tatap muka.

“Kami masih melangsungkan pembelajaran via online dan belum berani untuk memulai belajar tatap muka,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Balangan, Abdul Basid, Senin (9/11/2020).

Sejauh ini tidak ada lagi keluhan para guru dalam metode pembelajaran secara daring. Bahkan tenaga pendidik sudah terbiasa memberikan materi via grup Whatsapp dan belajar menggunakan sejumlah aplikasi belajar online lainnya.

Sejauh ini belum ada arahan untuk kembali membuka sekolah. Basid memperkirakan menunggu Balangan dinyatakan sebagai zona hijau Covid-19.

Baca juga: Ditunjuk Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, SMPN 12 Banjarmasin Rancang Jadwal Belajar

Baca juga: Kadisdik Kotabaru Tunggu Hasil Evaluasi Satgas Covid-19, Pembelajaran Daring Hingga 31 Desember 2020

Desember mendatang, pembelajaran semester satu akan berakhir. Sebagaimana cara pendidikan yang melalui online, penilaian pun uakan dilakukan secara online.

“Mekanismenya, tenaga pengajar akan memberikan soal ujian kepada para siswa via daring. Sementara untuk penilaiannya, mengacu pada hasil dari soal yang diberikan serta nilai perilaku harian dan bulanan, ditambah tugas harian,” papar Basid.

Kepala SDN Paringin Selatan 1, Suriadi, mengakui guru telah terbiasa melakukan pembelajaran jarak jauh. “Jadi semua dijalankan daring. Tidak ada ngumpul tugas datang ke sekolah,” katanya.

Oleh karena hampir menyelesaikan semester pembelajaran, sekolah mulai melakukan penilaian. Namun teknis masih akan dibahas.

Sejumlah SMA di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga masih melakukan pembelajaran daring. “Memang HSS sudah masuk zona kuning. Kami masih menunggu instruksi resmi dari Disdik Kalsel jika sudah boleh belajar tatap muka,” kata Kepala SMAN 3 Kandangan Muhammad Riza, Senin.

Riza juga mengatakan masih menggunakan kurikulum darurat yang berlaku selama satu tahun, semasa pandemi Covid-19. Kurikulum darurat hanya mengurangi beban belajar, namun semua mata pelajaran tetap diajarkan. Selain pemberian materi secara daring, siswa juga diberikan tugas.

Namun, ada beberapa siswa yang tak memiliki telepon genggam android diberikan pelayanan di sekolah, untuk mengambil dan mengumpul tugas yang dikerjakan di rumah. “Untuk itu, tiap hari ada guru yang yang piket secara shift,”jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMAN 1 Kandangan, Herniyati Handayani.

Baca juga: Diatas 80 Persen Orang Tua Setuju, 4 SMP di Banjarmasin Ini Berpeluang Pembelajaran Tatap Muka

Kendati mulai terbiasa, belajar secara daring membuat silaturahmi antara guru dan siswa menjadi minim. Khususnya untuk siswa baru, yang intensitas pertemuan langsung dengan guru hanya saat orientasi pengenalan lingkungan sekolah dan ruang kelas. Selanjutnya, belajar lewat zoom dan pemberian tugas lewat Whats’App.

Hal itupun dirasakan Dwi Febriani, Guru Kelas X SMAN 1 Kandangan. Menurut Dwi, Guru Bahasa Indonesia yang juga guru teater di sekolah tersebut mengaku tak begitu mengenal siswanya sekalipun pernah bertemu secara daring. (ell/han)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved