Breaking News:

Penanganan Covid 19

Seminar Internasional HeSiCon FK ULM, Covid-19 Juga Bisa Serang Sistem Saraf Manusia

Seminar yang digawangi oleh Unit Pusat Riset Fakultas Kedokteran ULM ini digelar secara virtual mengangkat tema  Covid-19

istimewa
Seminar yang digawangi oleh Unit Pusat Riset Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini digelar secara virtual mengangkat tema Covid-19 : Natural Recources and Biomolecular Aspect. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semakin berkembangnya pengetahuan para ahli dan peneliti atas Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau SARS CoV-2 maka semakin banyak pula informasi berharga yang dapat membantu memerangi Covid-19. 

Tak hanya menyebabkan gangguan kesehatan di organ tubuh paru, banyak gejala Covid-19 lainnya yang dialami oleh penderita termasuk gejala yang berhubungan dengan sistem syaraf. 

Hal ini dipaparkan oleh Prof. Irawan Satriotomo, MD, Ph.D dari University of Florida, Amerika Serikat dalam seminar internasional The 1st Health Science Conference Online (HeSiCon), Selasa (10/11/2020). 

Seminar yang digawangi oleh Unit Pusat Riset Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini digelar secara virtual mengangkat tema  Covid-19 : Natural Recources and Biomolecular Aspect. 

Baca juga: Sempat Zero Covid-19, Hari Ini Terjadi Penambahan 2 Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Batola

Baca juga: Ditengah Pandemi Covid-19, Peringatan Hari Pahlawan 2020 di Banjarbaru Berlangsung Khikmad

Baca juga: Positif Covid-19 di Kalsel Bertambah 10 Orang, Semua Diborong Kabupaten Banjar

Melalui pemaparan berjudul Neuroscience Insight of Covid-19, Irawan Satriotomo yang nerupakan salah satu pembicara utama dalam seminar ini membeberkan pandangan menarik terkait Covid-19. 

Dimana dari studi dan fakta yang dikumpulkan, ada 35-55 persen penderita Covid-19 mengalami gejala sakit kepala dan kehilangan atau penurunan kemampuan mencium bau dan mengecap. 

Bahkan dari analisis terhadap 214 kasus Covid-19 di Wuhan, Cina pada 16 Januari sampai 19 Pebruari 2020, ditemukan oleh dokter bahwa 36,4 persen diantaranya mengalami gejala pada syaraf. 

Hal ini menurutnya menjadi indikasi adanya pengaruh infeksi Covid-19 pada jaringan syaraf manusia. 

Pendapat ini didukung dengan fakta bahwa reseptor ACE2 dan TMPRSS2 yang menjadi jalur masuk Covid-19 ke sel manusia tak hanya terdapat di organ paru saja tapi di organ penting lainnya bahkan di otak. 

Halaman
123
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved