Breaking News:

BPost Cetak

Sidang Gratifikasi Kepengurusan Fatwa MA, Jaksa Pinangki Pakai Mobil Rp 1 Miliar

Rahmat mengaku Pinangki merupakan jaksa yang penampilannya berbeda dibanding jaksa lain. Gaya hidup Pinangki disebut glamor.

Kolase TribunnewsWiki/KOMPAS/DANU KUSWORO, Tribun-Timur/Dok Pribadi
Oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang ikut terseret dalam kasus Djoko Tjandra. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang pengusaha bernama Rahmat menjadi salah satu saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020).

Dalam kesaksian, Rahmat mengaku Pinangki merupakan jaksa yang penampilannya berbeda dibanding jaksa lain. Gaya hidup Pinangki disebut glamor.

“Yang saya tahu Ibu Pinangki seorang jaksa. Tapi penampilannya, mobilnya Vellfire. Berbeda sama jaksa-jaksa lain,” ujar Rahmat dalam persidangan. Untuk diketahui harga mobil Vellfire di atas Rp 1 miliar.

Rahmat menuturkan selain menaiki mobil mewah, Pinangki juga berpenampilan berbeda dari jaksa-jaksa pada umumnya. Seperti kerap mengenakan tas mahal.

Baca juga: Adik Ipar Djoko Tjandra Diduga Terlibat Kasus Jaksa Pinangki, Kejagung Selidiki Heriadi

Baca juga: TERUNGKAP Adik Ipar Djoko Tjandra Perantara Suap Jaksa Pinangki Sudah Meninggal Akibat Covid-19

Diketahui dalam persidangan perkara serupa yang digelar Rabu (4/11/2020), Kepala Sub Bagian Pengelolaan Gaji dan Tunjangan pada Kejaksaan Agung Wahyu Adi Prasetyo yang bertindak sebagai saksi, mengatakan jaksa Pinangki yang menjabat Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI secara total menerima penghasilan Rp18.911.750.

Rinciannya, Pinangki selaku jaksa golongan 4A menerima gaji Rp 9.432.300, tunjangan Rp8.757.600, dan uang makan Rp 731.850 setiap bulan.

Pinangki Sirna Malasari juga disebut meminta saksi Rahmat mengikuti arahaannya saat diperiksa Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung. Jamwas memeriksa Rahmat mengenai sejumlah perjalanan ke luar negeri yang dilakukan Pinangki tanpa sepengetahuan atasan.

Pada pemeriksaan Jamwas di akhir Juli 2020, Pinangki meminta Rahmat mengaku kepergiannya ke Malaysia dalam rangka berbisnis.

Adapun bisnis yang dimaksud Pinangki yakni terkait Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan pengusaha bernama Joe Chan. Belakangan Joe Chan diketahui merupakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved