Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Tim ULM Ajak Warga Cindai Alus Kabupaten Banjar Bikin Sosis dan Fillet Ikan Patin

Tim dari ULM memberdayakan warga Desa Cindai Alus, Kabupaten Banjar, membuat sosis dan fillet dari ikan patin.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
AHSIN RIFA'I UNTUK BPOST GROUP
Tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengajari warga Desa Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengolah sosis dan fillet berbahan ikan patin. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASIN POST.CO.ID, MARTAPURA - Cukup banyak ikan patin di Kalimantan Selatan, membuat masyarakat dan akademisi terinovasi membikinnya menjadi sosis yang cukup tren di masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Menggandeng para istri pembudidaya ikan dan kelompok ibu rumah tangga atau pelaku UMKM di Desa Cindai Alus, Kabupaten Banjar, tim dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberdayakan mereka untuk agar memproduksi fillet ikan patin dan sosis ikan patin.

Tim tersebut diketua Prof Dr Ir Muhammad Ahsin Rifa’i, beranggotakan Candra, SPi, MSi dan Muzdalifah, SP, MSc. Upayanya, produk mereka dipasarkan menggunakan startup daring (online), Gojek, Grap, FB, IG, dll. 

"Sekarang ini lumayan banyak memesan sosis, tapi masih seputar Kalimantan Selatan saja. Harga sosis ikan patin cukup terjangkau, Rp 20.000 per 300 gramnya," kata Ahsin, Selasa (10/11/2020).

Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM ini, pihaknya belum bisa banyak produksi karena masih pembenahan sapras dan SDM dulu.

Baca juga: Pengrajin Baju Pengantin di Pasar Batuah Martapura Kembali Buka Toko

Baca juga: Berkunjung ke Mal, Tim Pakar ULM Sebut 5 Benda Ini Berpotensi Jadi Transmisi Covid-19

Baca juga: Pembangunan GOR Indoor Indrasari Banjar Ditunda, ini Penjelasan Dispora

Baca juga: Tren Jumlah Kasus Covid-19 Menurun, Tim Pakar Covid-19 ULM: Waspadai Penurunan Semu

Selain sosis patin, lanjut dia, juga memproduksi fillet ikan patin untuk memenuhi permintaan pasar di Sulawesi Selatan.

Ditambahkannya, pasca pelatihan tim terus memberikan pendampingan agar ibu-ibu ini mampu memproduksi fillet ikan patin dan memasarkan secara online. 

"Mendukung kegiatan ini tim telah menghibahkan peralatan pedukung seperti frezer, meja kerja, kemasan vakum, meat grinder, timbangan, dan peralatan pendukung lainnya," ujarnya.

Menurut Ahsin, kegiatan ini akan berlangsung selama 3 tahun, mulai tahun 2000 – 2022 hingga UKM mitra menjadi kuat dan mandiri. 

Kegiatan terlaksana atas dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat ULM dan Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi (PPMUPT) Kemdikbud yang berhasil didapatkan ULM melalui hibah kompetensi nasional. 

"Ke depan, Universitas Lambung Mangkurat melakukan kerja sama dengan instansi terkait agar terjadi koordinasi pemberdayaan masyarakat secara bersama di Kabupaten Banjar," pungkas Ahsin.

(Banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved