Pilkada Kalsel 2020

Anggota KPPS KPU Kabupaten Tapin Dipastikan Jalani Rapid Test dan Isolasi Mandiri

Anggota penyelenggara pemungutan suara terpilih KPU Kabupaten Tapin akan dilakukan rapid test sebelum bertugas.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Fitria, anggota KPU Kabupaten Tapin 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - KPU Kabupaten Tapin sudah umumkan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara terpilih pada Pilkada Kalsel 2020.

Pengumuman bernomor : 372/PP.04.2-Pu/6305/KPU-Kab/XI/2020 tentang Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Terpilih yang ditandatangani Ketua KPU Kabupaten Tapin,  Hj Henny Hendriyanti.

Anggota KPU Kabupaten Tapin yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Fitria ditemui reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (13/11/2020) membenarkan.

Menurut Fitria, 4221 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara terpilih itu akan dibekali bimbingan teknis tentang pemungutan suara dan penghitungan surat suara.

Baca juga: Jalan-jalan ke Toko Fashion Big Size Mitha SL di Beruntung Jaya Banjarmasin, Tempatnya Pakaian Jumbo

Baca juga: Pandemi Covid-19, Stok Beras di Banua Kalsel Dipastikan Tetap Aman

Baca juga: Ngotot Buang Sampah di TPS Malkon Temon Banjarmasin, Warga Bakal Disanksi Tipiring

Fitria menjamin anggota penyelenggara pemungutan suara terpilih akan dilakukan rapid test sebelum bertugas.

Jika diantara anggota kelompok penyelenggaran pemungutan suara terpilih itu ada yang reaktif akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

"Jadi anggota KPPS yang bertugas itu sudah dipastikan menjalani rapid test dan yang reaktif sudah menjalani isolasi mandiri," katanya. 

"KPPS tidak ada istilah pergantian karena anggotanya banyak. Dua anggota pengamanan TPS dan 7 anggota penyelenggara pemungutan suara," katanya. 

Apabila dalam kelompok itu ada yang reaktif ataupun positif Covid-19, maka ketua KPPS akan  membagikan tugas sesuai jumlah anggota yang ada di TPS.

Apabila, ternyata di satu TPS, anggota penyelenggara pemungutan suara terpilih reaktif dan terkonfirmasi positif Covid-19, maka Panitia Pemungutan Suara di tingkat Kelurahan ataupun Desa melaksanakan rapat pleno tentang kasus khusus tersebut.

"Tetapi saya yakin itu tidak terjadi karena semua anggota KPPS yang terpilih sudah menjalin rapid test dan jika reaktif sudah menjalani isolasi mandiri 14 hari sebelum hari H pemungutan suara," tutupnya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Redaksi:

Sebagian artikel ini diedit ulang atas permintaan narasumber

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved