Berita Kalteng

Gencar Sosialisasi Larangan Membakar Lahan, Hotspot dan Karhutla Kalteng Menurun

Polda Kalteng dan Pemprov Kalteng gencar melakukan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, sehingga mampu mencegah terjadinya bencana kabut asap.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
POLDA KALTENG UNTUK BPOST GROUP
Tim gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta seluruh lembaga terkait di pemerintahan setempat telah berusaha keras memberikan sosialisasi larangan membakar lahan dan mengedukasi warga agar membuka lahan tidak dengan cara membakar.

Kini, potensi kebakaran hutan dan lahan menunjukkan penurunan. Terlihat dari hotspot atau titik panas, serta kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) yang berkurang.

Dengan demikian, memberikan dampak yang signifikan meminimalisasi tidak terjadi kebakaran, sehingga tahun ini jumlah titik panas menurun dibanding tahun 2019. 

Pihak Polda Kalteng, serta Pemprov Kalteng gencar melakukan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, hingga membuahkan hasil yang baik terhadap situasi Karhutla. Dan, mampu mencegah terjadinya bencana kabut asap.

Meskipun penegakan hukum merupakan jalan terakhir dalam upaya tersebut, kepolisian dan TNI serta instansi terkait kompak melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk berladang.

Baca juga: Kesbangpol dan FKUB Kalteng Bahas Potensi Konflik Beragama dengan Kesbangpol Kalsel

Baca juga: Polisi Gandeng Tokoh Masyarakat Ikut Sukseskan Pilkada Kalteng 2020

Baca juga: Cegah Peredaran Narkoba, Tim Gabungan Dibentuk di Pelabuhan Kalteng

Baca juga: Tren Bunga, Penjual Tanaman Hias di Sampit Kalteng Ini Kewalahan Layani Pembeli

“Arahan dan program Kapolda untuk meminimalisasi potensi terjadinya karhutla di Kalteng, dengan membuat aplikasi Hanyaken Musuh, ditambah tim gabungan TNI dan Polri dan instansi terkait lainnya dengan mengedukasi dan sosialisasi warga, berjalan cukup baik," ujar Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedy Prasetyo, melalui Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pasma Royce, di kantor polda setempat, Kamis (12/11/2020).

Dia mengatakan, aktivitas Karhutla dan hotspot tahun ini menurun dibandingkan tahun 2019 yang cukup banyak.

"Hotspot tahun 2019 sebanyak 12.058 titik dengan kegiatan sosialisasi yang dilakukan 4.482 kali. Sementara untuk tahun 2020 Januari sampai November 2020, kegiatan sosialisasi dan edukasi sebanyak 6.235 kali, titik hotspot turun menjadi 5.759 titik," ujarnya.

Penurunan hotspot dan Karhutla tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam mengelola dan menjaga situasi sehingga mengurangi karhutla.

"Pasukan dan sarana kesiapsiagaan mencegah karhutla membuat sebanyak 145 posko, serta intensif melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," ujarnya.

Diketahui, Pemprov Kalteng juga telah mengeluarkan perda tentang pengendalian kebakaran lahan sejak 4 Agustus 2020. "Sehingga, potensi hotspot dan Karhutla dapat diminimalisasi dengan baik,” ujar Pasma.

( Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

  • Berita Terkait :#Berita Kalteng
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved