Berita Banjar

Penggerebekan Peti di Paramasan Tanpa Polres Banjar, Aparat Temui Alat Berat hingga Adangan Pekerja

Operasi penertiban tanpa aparat menemukan lokasi peti lengkap dengan alat berat di sungai, gubuk dan pekerja yang tinggal di mes yang mengadang aparat

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Lokasi aktivitas peti di Sungai Mangkauk Peramasan Kabupaten Banjar. Petugas Dishut Kalsel menemukan mesin dumping. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hingga kini PT Antang Gunung Meratus (AGM) masih menunggu kelanjutan laporan terkait tindak pidana tambang ilegal di wilayah konsesinya yang dilaporkan ke Dumas Polres Banjar pada 1 Oktober 2020 kemarin.

Kuasa hukum PT AGM Suhardi dan Denny Pramono mengharapkan ada tindak lanjut dari laporan tersebut.

Terlebih perambahan kawasan konsesi masuk tindak pidana selain itu juga telah merusak lingkungan.

"Sudah tim kuasa hukum laporkan sejak 1 Oktober 2020 kemarin ke Dumas Polres Banjar,"ujar Suhardi.

Baca juga: Aktivitas Peti Batubara Bikin Sungai Mangkauk di Paramasan Tercemar, Dinas LH Banjar Lapor Provinsi

Baca juga: Areal Tambang Dikepung Peti, Satgas Temukan Alat Berat Mogok di Batu Laki  

Menarik dalam patroli penertiban aparat polres Banjar selaku pemilik wilayah tak dilibatkan dalam penertiban.

Hanya PAM Obvit Polda Kalsel dan Polhut Dishut Kalsel yang dilibatkan. Bahkan informasi terakhir yang didapat tambang liar atau peti tersebut sudah berlangsung sejak dua tahun dan sudah dilaporkan pada awal kegiatan peti.

Pada giat bersama Polhut Dishut Kalsel tersebut, aparat menemukan lokasi peti lengkap dengan alat berat di sungai, gubuk dan pekerja yang tinggal di mes yang mengadang aparat.

Kabag Humas Polres Banjar, Iptu Suwarji Jumat (13/11/2020) membenarkan adanya masuk laporan dari PT AGM terkait tindak pidana peti. Bahkan sudah dilakukan giat gabungan pada tanggal 6 Oktober 2020 yang melibatkan Brimob, PAM Obvit Polda, PT AGM dan unit Tipiter polres Banjar namun tidak ditemukan aktivitas peti.

"Terkait giat yang baru kemarin dari AGM tidak ada berkordinasi dengan Polres Banjar, sehingga polres tidak mengetahui hal tersebut karena mereka melakukan giat razia sendiri," ujar Suwarji.

Selain itu ujar Suwarji, PT AGM melakukan kerjasama pengamanan dengan Pam Obvit Polda, sehingga apabila perusahaan melakukan razia biasanya hanya dengan Pam Obvit Polda saja.

Baca juga: DPRD HSS Pertanyakan Pengawasan PT AGM hingga Arealnya Dirambah Peti Batubara

Meski begitu,  saat ini pihak polres masih melakukan penelusuran dan penyelidikan untuk menindaklanjuti permasalahan tambang ilegal tersebut.

Diketahui dari laporan kuasa hukum PT AGM, PAM Obvit juga sudah pernah mengamankan pengawas lapangan atas nama Subandi yang diminta mengawasi tambang atas nama pemilik tambang, Sugianto, dengan CV bernama Maju Bersama yang direkturnya, atas nama Windhu, dan pemilik lahan atas nama Majid, beroperasi kembali mulai awal September 2020. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved