Breaking News:

Berita Tabalong

Strategi Dinas Perikanan Tabalong Bantu Pembudidaya Patin saat Pandemi, Hasilkan Produk Ikan Asin

Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, ternyata juga memberikan pukulan tersendiri bagi pembudidaya ikan patin di Kabupaten Tabalong.

dinas perikanan tabalong
warga saat proses mengolah ikan patin asin 

Delapan kelompok ini tersebar di lima kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabalong.

Masing-masing kelompok dibantu bahan baku ikan patin sebanyak 300 kilogram, yang digunakan sebagai sarana praktik pengolahan ikan asin.

"Sehingga dari kegiatan ini, kami serap 2,4 ton hasil produksi pembudidaya ikan patin yang dibeli untuk jadi bahan baku olahan ikan asin," katanya.

Delapan kelompok ini juga diberikan pelatihan dengan pemateri baik dari dinas peternakan sendiri dan juga pelaku pengolahan ikan yang sudah berpengalaman.

Dengan pelatihan berhasil membuat harga ikan patin yang ada bisa memiliki nilai jual lebih, karena harga ikan patin asin bisa mencapai Rp 60 ribu perkilogram di pasaran.

Untuk proses pengolahannya memang tidak terlalu sulit, hanya saja cara mencuci dan proses penjemuran cukup berpengaruh terhadap kualitas ikan asin yang dihasilkan.

"Pemasaran saat ini masih melayani pesanan, dan sudah ada yang pesan dari Bartim (Kalteng)," katanya.

Masih menurut Mugeni, kedepan pihaknya akan mengembangkan lagi produk ikan patin asin ini dengan menggandeng Perumda.

Nantinya produk ikan patin asin ini akan mengisi barang jualan di Bersinar Mart dan juga Pusat Oleh-oleh Khas Tabalong (POKTA).

Ikan patin asin yang dijual di situ sudah dalam bentuk kemasan, dengan bermacam ukuran mulai dari 200 gram, 250 gram, 500 gram hingga 1 kilogram.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved