Industri Purun Rumahan di Kalsel
New Normal, Penjualan Purun di Kalsel Perlahan Naik
Memasuki new normal atau adaptasi kebiasaan baru, penjualan kerajinan purun milik Khusnur Rohmah perlahan kembali stabil. Per tiga bulan terakhir
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki new normal atau adaptasi kebiasaan baru, penjualan kerajinan purun milik Khusnur Rohmah perlahan kembali stabil. Per tiga bulan terakhir diakuinya omzet mencapai Rp 20-50 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar 30 persen dari omzet kotor.
Hal tersebut tak terlepas dari upaya yang dijalankannya untuk bertahan. Salah satunya ia pun memaksimalkan platform digital dalam pemasaran bisnis purun. Promosi dilakukan melalui sosial media dan mengadakan promo spesial setiap bulannya.
Sejak dijalankan pada 2017 lalu, kerajinan dengan nama brand Kerajinan Purun Borneo ini telah memasuki pasar nasional dan dijual di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, purun-purun milik Khusnur telah dipasarkan di luar negeri.
Baca juga: Perajin Purun di Kalsel Kerap Terkendala Bahan Baku dan Transportasi
Baca juga: Inovasi Kerajinan Purun Kekinian di Kalsel, Perajin Bikin Produk Unik Lagi Tren
"Alhamdulillah beberapa pembeli dari luar negeri juga melirik kerajinan purun borneo, di antaranya sudah tembus ke Malaysia dan Kanada," ungkapnya.
Produk yang dihasilkan berupa keranjang, tas, dan tikar kisaran harga antara Rp 5.000-600.000. Produk yang paling diminati yakni belly basket, kisaran harga Rp 15.000-100.000. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kerajinan-purun-088898.jpg)