Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tertarik Keunikan Tas Purun, EO dari Jakarta Kunjungi Rumah Kreatif Banjarmasin dan Bikin Kerjasama

Keunikan tas purun membuat salah satu pelaku Event Organezer (EO) asal Jakarta tertarik datang tas purun di rumah Pintar Banjarmasin

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
Muhammad Arifin untuk BPost
Fifin, EO asal Jakarta tertarik tas purun, (kanan) Kegiatan pelatihan pembuatan tas purun. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keunikan tas purun membuat salah satu pelaku Event Organezer (EO) asal Jakarta tertarik melakukan kerjasama pengadaan bila ada kegiatan nasional.

"Tadi salah satu pelaku EO asal Jakarta, Fifin datang ke show room kami di Pegadaian untuk melihat-lihat tas purun olahan kami. Ternyata, mereka tertarik dengan tas purun yang unik dan alami," kata owner Rumah Kreatif dan Pintar Banjarmasin, Muhammad Arifin, Selasa (17/11/2020).

Fifin pun, kata dia, mengajak melakukan kerjasama pengadaan tas purun bila afa mengadakan event-event berskala nasional di Jakarta.

Sebagai sample, jelas Arifin, membeli tas purun buat dibawa ke Jakarta yang harganya mulai dari Rp 75.000 - Rp 150.000, tergantung model dan kreasinya,

Baca juga: Tas Purun Kreasi Dikembangkan di Banjarmasin, Peminatnya Cukup Banyak

Baca juga: Ikuti Pelatihan Inovasi Tas Purun, Warga Banjarmasin Sening Dapat Mesin dan Bahan Produksi

"Mereka beli tas purun yang kita inovasi, karena menarik serta natural," ujarnya.

Dirinya sangat bersyukur, tas puru diminati EO Jakarta. Semoga ini merupakan langkah awal menuju go nasional.

Selain kedatangan tamu Jakarta,  Rumah Kreatif juga melakukan pelatihan pembuatan tas purun terhadap ibu-ibu yang berasal dari perwakilan lima kecamatan.

"Ada 10 orang dari lima perwakilan kecamatab mengikuti pelatihan. Ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya," paparnya.

Baca juga: Tas Purun Rumah Kreatif Banjarmasin Dipesan Konsumen Jakarta, Bali dan Yogya

Setelah selesai pelatihan, mereka mendapat stimulan mesin jahit digital lengkap dengan alat dan bahan untuk mereka produksi.

Bahkan selama proses pelatihan mereka sambil marketing. "Menariknya walau pun baru pelatihan, suda ada yang membeli olaharan mereka," pungkasnya. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved