Berita Kriminalitas

Bermodal Pakaian Mekanik, Maling Aki di Tatah Layap Terpergok Warga

Bermodalkan pakaian ala mekanik, ditambah lagi memakai helm septi (Bak petugas PLN), sehingga menyakinkan warga kalau dia seorang petugas yang sedang

Penulis: Jumadi | Editor: M.Risman Noor
Jumadi Bpost
tersangka pencurian aki Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), Alus alias Unggul (36) dengan latar belakang aki yang dia curi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA  - Bermodalkan pakaian ala mekanik, ditambah lagi memakai helm septi (Bak petugas PLN), sehingga menyakinkan warga kalau dia seorang petugas yang sedang melakukan pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).

Namun warga justru mencurigainya, lelaki itu akhirnya tepergok warga sekitar. Sebab lelaki berkulit hitam bernama Alus alias Unggul (36) melepas accu atau aki dengan cara memanjat tiang listrik, dan tidak menggunakan tangga, layaknya petugas beneran. Apalagi cara melepas akki terlihat dipaksa.

Aksi pencurian aki PJUTS terjadi di  Desa Tatah Layap RT6, Jalan Tol Tatah Layap Gubernur Subardjo, Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kamis (19/11/2020) pagi menjelang siang sekitar pukul 10:00 Wita.

Menghindari amukan massa, warga setempat bersama Ketua RT6 membawa tersangka Unggul ke rumah Ketua RT setempat. Selanjutnya Ketua RT 6 bernama Hermansyah langsung melaporkan kejadian itu via handphone ke Polsek Kertak Hanyar. 

Tak lama setelah itu datang sebuah mobil patroli dari Polsek Kertak Hanyar untuk membawa tersangka Unggul. Barang bukti yang sempat dilepas pelaku berupa dua buah akki berukuran besar. Kemudian sebuah motor matik milik tersangka."Harga aki PJUTS ini sekitar Rp4,5 juta,"terang salah satu petugas Polsek Kertak Hanyar.

Kapolsek Kertak Hanyar, AKP Amien Hidayat, melalui Kanit Reskrim, Iptu  Bambang Watno, saat dikonfirmasi Kamis membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakannya bahwa Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya sebagai fasilitas umum. Kalau akinya diambil, maka lampunya tidak menyala."Pengungkapan perkara pencurian aki ini sekaligus dalam kegiatan Operasi Sikat Intan 2020.

Ketua RT6 Desa Tatah Layap, Hermansyah mengatakan, pada saat tersangka menaruh sepeda motor di seberang jalan, dia mengaku kepada warga di sana sebagai petugas perawatan PJUTS, sehingga pada saat tepergok warga, dirinya masih ragu apakah dia petugas beneran atau memang mencuri.

Baca juga: Kapolsek Banjarbaru Timur Pimpin Giat Patroli Dialogis di Pasar Galuh Cempaka

Baca juga: Gelar Pesta Tuak, Tiga Remaja Diamankan Anggota Polsek Martapura Kota

"Tetapi saya mengambil tangga aluminium dengan panjang 4 meter dan meminta agar dua buah aki yang sudah dicuri agar dikembalikan lagi dan dipasang ke tempatnya.

Tetapi dia (tersangka) tidak bisa memasang. Nah, disitulah kami curiga bahwa lelaki itu memang pencuri, bukan petugas,"katanya.

Terpisah, tersangka Unggul yang ditemui mengaku melakukan pencurian seorang diri. Bahkan dia mengaku sudah toga kali melakukan pencurian aki PJUTS.

Setiap kali mencuri aki PJUTS, akinya dijual dengan cara kiloan di tempat loak besi tua."Satu buah aki saya jual Rp300 ribu,"ungkap lelaki warga Jalan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Seperti diketahui, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya atau PJUTS adalah pembangkit listrik independen untuk memenuhi kebutuhan listrik penerangan lampu jalan. Aplikasi sistem ini tepat digunakan untuk daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN dan efisiensi energi. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved