Berita Banjarmasin

Kurangi Biaya Pakan Ikan, LPPM ULM Ciptakan Alat Pengolahan Pakan Ikan Berasal dari Sampah Organik

LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM)berhasil menciptakan alat teknologi pengolahan pakan ikan dengan memanfaatkan sampah organik.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Prosesi penyerahan alat teknologi pengolahan pakan ikan dengan memanfaatkan sampah organik, di Aula Sanggar Krida Karang Taruna, di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), berhasil menciptakan alat teknologi pengolahan pakan ikan dengan memanfaatkan sampah organik.

Alat tersebut kemudian diserahkan oleh Tim Produk Teknologi yang Didesiminasikan ke Masyarakat (PTDM) ULM kepada dua TPS 3 R berbasis masyarakat.

Masing-masing, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Kataruna yang berlokasi di Kelurahan Alalak Utara, dan KSM Bersatu di Kelurahan Surgi Mufti.

"Kami melihat pemanfaatan sampah saat ini, kebanyakan sampah anorganik yang banyak di manfaatkan dengan cara menjualnya ke bank sampah, sementara yang organik paling hanya untuk kompos," kata Ketua Tim PTDM ULM, Dr Irwansyah S Sos, M Si. Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Pembudidaya Ikan Patin di Panamas Kapuas Berharap Bantuan Pakan Ikan Dapat Lebih Banyak

Baca juga: Mahasiswa Kimia ULM Ajak Warga Buat Pakan Ikan dari Eceng Gondok

Baca juga: Petani Ikan Desa Palimbangan Ini Ternyata Bisa Bikin Pakan Ikan Sendiri

Irwansyah pun menilai, teknologi tersebut kedepannya akan mampu mengurangi biaya pengeluaran untuk memberi makan ikan.

"Paling tidak ini mengurangi biaya pakan, peletnya tetap jadi istilahnya pakan tambahan. Biasanya lima karung, dengan tamban pakan ini bisa jadi dua karung saja sebulan," jelasnya.

Sementara itu acara penyerahan alat teknologi pengolahan pakan ikan tersebut, Tim PTDM ULM di dampingi langsung oleh Anggota Komisi VII DPR RI, H Hasnuryadi Sulaiman.

Saat di wawancarai Hasnur memberikan apresiasinya terhadap keberadaan alat pembuat pakan ikan tersebut, terlebih menurutnya alat itu adalah hasil karya dari anak-anak banua.

Baca juga: Sembilan Pokdakan Dapat Bantuan Benih dan Pakan Ikan

Sehingga diharapkannya, alat tersebut bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

"Semoga bisa dikembangkan lagi, dan mudah-mudahan ini bisa menyadarkan kita untuk mengelola sampah menjadi lebih baik," ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved