Berita Tanahbumbu

Kepala Disbunnak Kalsel Periksa Pengembangan Integrasi Sapi Sawit di Satui

Sistem integrasi sapi sawit atau melepas ternak ke perkebunan sawit, dinilai ada hasil oleh Disbunnak Kalsel di area PT Buana Karya Bakti di Satui.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DISBUNNAK KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan melalukan pemeriksaan pengembangan Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (Siska) di PT Buana Karya Bakti di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak)  Provinsi Kalimantan Selatan bersama Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari melalukan koordinasi dan monitoring pengembangan Sitem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (Siska) di PT Buana Karya Bakti di Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Kegiatan dipimpin Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi. didampingi Kepala BPTU-HPT, Jack Pujianto, serta Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan beserta staf.

General Manajer PT Buana Karya Bhakti (BKB), Muhammad Zainudin, dalam paparannya menyampaikan bahwa penerapan Siska dimulai tahun 2016.

Populasi awal sebanyak 300 ekor, sedangkan saat ini telah menjadi 815 ekor yang dilepas di lahan perkebunan seluas 5.200 hektare.

Selain itu, PT BKB juga ada lahan plasma seluas 9.000 hektare  yang merupakan potensi peternakan rakyat di sekitar kebun.

Sementara itu, Suparmi mengatakan, pemerintah pusat dan provinsi akan mendorong penerapan model kemitraan perusahaan perkebunan dengan peternak, melalui Sisksa berbasis agribisnis sebagai alternatif percepatan swasembada sapi di Kalsel.

Baca juga: Perkebunan Sawit Indonesia-Malaysia Neraka Bagi Pekerja Wanita: Pemerkosaan & Pelecehan Sudah Biasa

Baca juga: Kabupaten Banjar dan Tanah Laut Daerah Perkebunan Porang yang Produktif di Kalsel

Baca juga: Pemprov Kalsel Bantu Perkebun Karet dan Kopi di Kabupaten Banjar

Baca juga: Wabup Tala Sebut Keakuratan Data Perkebunan Mutlak, Manfaatnya Risiko ini Dapat Dihindari

Baca juga: VIDEO Kebun Jagung Hibrida di Desa Lokpaikat Tapin Bakal Dijadikan Agrowisata

"Potensi sumber pakan ternak berkualitas yang dihasilkan dari perkebunan kelapa sawit, sangat cukup menjadi solusi efisiensi  biaya produksi yang selama ini dialami, bila pemeliharaan sapi dilakukan secara intensif (dikandangkan)," ujar Kepala Disbunak Kalsel ini.

Saat ini, pola Siska yang dikembangkan di PT BKB adalah 1:5 atau 1 ekor sapi untuk 5 hektare lahan kebun.

Ditambahkan Wahyu Darsono, Manager Ranch perkebunan sawit, sapi merupakan tamu. Sedangkan kebun sawit sebagai tuan rumah.

Oleh sebab itu, tuan rumah melayani tamunya sebaik mungkin dengan mengatur penyediaan pakan sebaik mungkin melalui Rotasi Grazing Terkontrol.

"Ternak sebagai tamu diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu tanaman sawit. Bahkan sekarang sudah menjadi  simbiosis-mutualisme atau saling menguntungkan," imbuhnya.
.
Penerapan Siska yang dikembangkan di PT BKB merupakan role model produksi sapi berbiaya rendah yang ke depannya dapat diduplikasi semua perusahaan besar swasta/negara perkebunan di Kalsel maupun secara nasional.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurhollis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved