Peninggalan Belanda di Mandiangin
Mengenal Pesanggrahan Belanda di Mandiangin, Begini Sejarah Pembangunannya
Pesanggrahan Mandiangin sebagai tempat peristirahatan Ambtenaar atau pejabat Belanda. Bangunan ini diresmikan pada tanggal 26 Februari 1939
Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pesanggrahan Mandiangin sebagai tempat peristirahatan Ambtenaar atau pejabat Belanda.
Bangunan ini diresmikan pada tanggal 26 Februari 1939 oleh Gouverneur Van Borneo, Dr. Bauke Jan (BJ) Haga.
Diketahui, Haga memimpin pemerintahan kala itu mulai dari tahun 1939 sampai 1942 dan pesanggrahan ini berfungsi sejak tahun 1939.
Bangunan pesanggrahan terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi dan toilet.
Kemudian, dilengkapi dengan tandon dan bak air.
Baca juga: Asyiknya Saksikan Bangunan Kolonial Belanda di Bukit Besar Mandiangin, Bakal Jadi Villa Wisata
Baca juga: Berburu Kaktus ke Mandiangin dan Monstera ke Banjarmasin, ini yang Mereka Rasakan
Baca juga: WEEKLY ANIMALS : Sedot Madu Kelulut Langsung dari Sarang di Mandiangin Tahura Sultan Adam Banjar
Pesanggrahan Mandiangin berada di Bukit Besar Tahura Sultan Adam yang berjarak 50 kilometer dari Banjarmasin dan berada pada ketinggian 450 meter dari permukaan laut.
Bangunan ini tersusun oleh dinding bangunan yang merupakan campuran dari batu andesit dan semen portland serta kerikil. Kemudian struktur kayu ulin dengan dinding papan ulin.
Adapun bangunan tambahannya berupa kamar mandi, bak air mandi berukuran kecil dan toilet.
Pada tahun 1939 lebih tepatnya setelah Jepang menguasai Borneo, Pesanggrahan ini sudah tidak digunakan kembali. Pejabat pemerintahan Hindia Belanda banyak yang meninggalkan Kalimantan.
Baca juga: KalselPedia - Nama Sultan Adam Diabadikan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) di Mandiangin Banjar
Pada tahun itu pula, Dr. BJ. Haga dipenggal oleh tentara Jepang di Benteng Tatas, Banjarmasin.
Pesanggrahan ini dilengkapi dengan fasilitas kolam atau zwembad dan lapangan tenis atau tennis-baan.
Pesanggrahan dibuat oleh arsitek A.W. Rynders yang pada tahun 1939 tercatat sebagai arsitek di wilayah Zuid en Oost Borneo. (banjarmasinpost.co.id/kristin juli saputri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tampak-dari-depan-dan-samping-pesanggrahan-belanda-di-bukit-besar-mandiangin.jpg)