Breaking News:

PIlkada Banjarmasin 2020

Ini Strategi Petahana Tangani Covid-19 Hingga Bertahan di Zona Hijau

Petahana Wali Kota Banjarmasin, Ibnui Sina, berupaya lakukan pengembangan kewirausahaan dan gencar melakukan penelusuran kontak pasien Covid-19

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
REZA UNTUK BPOST GROUP
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina-Arifin Noor, saat debat terbuka terakhir. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penanganan Covid-19 menjadi isu yang diangkat saat dilaksanakannya debat terbuka/publik terakhir Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin 2020, Minggu (22/11/2020).

Tema yang dibahas dalam debat tersebut, yakni Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat dan Strategi Penanganan Covid-19 di Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, calon wali kota petahana, yakni H Ibnu Sina, memaparkan strategi penanganan Covid-19 di Kota Banjarmasin hingga berhasil bertahan di Zona Hijau sampai sekarang ini.

Disampaikan Ibnu Sina, penjabaran dalam tema ini telah tertuang dalam visi misi Baiman dan Lebih Bermartabat. Dan juga, masuk dalam program prioritas terkait dengan peningkatan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemudian dalam peningkatan daya saing.

Dimana dalam sisi misi tersebut juga berkaitan melanjutkan pengembangan kewirausahaan dengan menciptakan Wira Usaha Baru (WUB) dan peningkatan digitalisasi UMKM. Serta, pemulihan ekonomi pasca pandemi dan penguatan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil dengan program Bausaha Tanpa Bunga (BAHUMA).

Dengan program yang dijalankan pemerintah, baik Presiden, Gubernur, Wali Kota, menurut Ibnu Sina sudah satu komando seperti melakukan upaya tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) dalam mendeteksi sebaran kasus Covid-19. Di samping tracing dan tracking, upaya treatmen (pengobatan) untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, beberapa strategi yang sudah dikembangkan pemerintah kota untuk menangani Covid-19 yakni edukasi tanpa henti, penegakan sanksi melalui peraturan walikota dan penguatan sumber daya tenaga kesehatan (para perawat dan dokter).

Serta, di ujung-ujung tombak pelayanan kesehatan (Puskesmas) termasuk evaluasi berkelanjutan dan hadirnya Laboratorium Reaksi Berantai Polimerase (PCR) RS Sultan Suriansyah Banjarmasin yang sudah resmi beroperasi.

Upaya ini, menurutnya, sudah sangat terstruktur melalui dukungan APBD Kota Banjarmasin dengan melihat pada tiga aspek dampak. Maisng-masing, dampak kesehatan, dampak sosial melalui jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi.

"Jangan sampai bencana kesehatan menjadi bencana ekonomi bagi kita khususnya di Kota Banjarmasin hari ini," tegasnya. 

Oleh karena itu lanjut Ibnu geliat Kota Banjarmasin melalui upaya upaya ini sudah menemukan langkah-langkah yang benar dengan berhasil bertahan di zona hijau dalam dua pekan terakhir ini. 

"Terima kasih atas segala upaya yang dilakukan semua pihak dalam mendukung penanganan Covid-19 di Kota Banjarmasin," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved