Breaking News:

Berita Kalteng

Warga Kabupaten Pulang Pisau Kelola Lahan Gambut untuk Dijadikan Destinasi Wisata

Masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, mengelola destinasi wisata lahan gambut, di bawah bimbingan pemerintah dan perguruan tinggi.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
KLHK
Pengembangan wisata lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dimulai dari sungai yang ada di kawasan lahan gambut untuk mendukung kearifan lokal. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALA KURUN- Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbang Hutan), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar forum group discussion (FGD).

Bahasannya, tentang Pengembangan Produk Wisata Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal Masyarakat Sekitar Hutan Gambut di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam pengelolaan ekosistem Lahan Gambut tersebut, pelibatan masyarakat setempat dianggap penting. Karena, pengelolaan lahan gambut tidak hanya untuk memperoleh keuntungan finansial, tetapi juga untuk pemulihan ekosistem gambut. 

Sebab itu, jasa lingkungan khususnya ekowisata, menjadi potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut.

Kegiatan tersebut, merupakan salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil penelitian kepada para pihak untuk menjaga dan memanfaatkan Lahan Gambut di Kalteng.

Baca juga: Kunjungi Peternakan Sapi di Pasuruan, Plt Gubernur Kalteng Ingin Tiru

Baca juga: Kepala Dinkes Kalteng Edukasi ke Masyarakat Tentang Penggunaan Vaksin Sinovac

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Wali Kota Palangkaraya Belum Membuka Taman Pasuk Kameluh

Baca juga: BRG Bantu Jadikan 121 Hektare Lahan Pertanian Produktif di Desa Talio Hulu Pulang Pisau

Baca juga: Presiden Tanam Padi di Food Estate Belanti Siam Kabupaten Pulang Pisau

Pengelolaan lahan gambut ini dibantu tim peneliti yang kredibel dan analisis berkualifikasi tinggi. Oleh karena itu, tim memberi saran dan masukan kepada pemerintah daerah, mempunyai kompeatibilitas, adaptif dan mempertimbangkan banyak hal.

"Agar bisa dilaksanakan, pemerintah daerah, masyarakat, maupun berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan destinasi wisata khusus di Kabupaten Pulang Pisau," ujar Ahmad Gadang Pamungkas, mewakili Kepala Puslitbang Hutan KLHK, Kepala Bidang Kerja Sama dan Diseminasi Puslitbang Hutan KLHK, Rabu (25/11/2020).

Ketua tim Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut, Endang Karlina, menambahkan, timnya mengkaji, menggali potensi, menjadikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, dan mengemasnya menjadi Destinasi Wisata.

Tim kajian bermitra dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan. Sejak Oktober 2020, melakukan koordinasi dan diskusi dengan para stakeholder, serta identifikasi ekosistem gambut dan budaya kearifan lokal. 

Bersama masyarakat, membangun sarana dan fasilitasi wisata budaya di Desa Gohong dan Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau.

Kearifan lokal masyarakat di sini identik dengan sungai, sehingga mulai dikembangkan wisata susur sungai, setiap desa bahkan rumah mempunyai dermaga.

"Kami membuat dermaga tersebut mempunyai multifungsi dan manfaat, misalnya sebagai spot swafoto dan menjadi indentitas desa tersebut. Jadi gerbang wisata setiap desa itu dari dermaga yang ditata dengan baik," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved