Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dema FTK UIN Antasari Gelar Webinar Nasional tentang Guru Berkualitas dan Profesional

Webinar nasional Dema FTK UIN Atasari membahas guru berkualitas dan profesional hadirkan narasumber Rektor ULM dan pejabat Disdikbud Kalsel.

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Alpri Widianjono
UIN ANTASARI UNTUK BPOST GROUP
Webinar nasional yang dilaksanakan Dema Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (25/11/2020). 

Atas situasi yang sedang terjadi sekarang, ia pun mengingatkan, cara bekerja pada masa depan akan jauh berbeda. Munculnya jenis pekerjaan baru, tenaga kerja multi generasi dan beragam yang tidak dibatasi struktur dan tempat.

Otonomi pekerja seperti karir ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan. Pemberdayaan teknologi, yakni digiltaliasasi  dan otomatisasi dan akses dan pengelolaan data, bakal semakin masif di masa depan.

"Ke depan, ada pekerjaan yang hilang dan ada pekerjaan baru muncul. Pendidikan yang menyiapkan SDM, harus menyiapkan hal ini. Cara-cara mengajar konvensional harus diubah," tandasnya.

Baca juga: Baznas Kalsel Beri Bantuan Program Pendidikan ke UIN Antasari Banjarmasin

Baca juga: Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa ULM, Rektor Minta Kepemimpinan Baznas Kalsel Dipertahankan

Sedangkan problema pendidikan di Indonesia, konsisten sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA (Programme for International Student Assessment) terendah.

Diketahui, PISA adalah penelitian internasional terkait kemampuang membaca, matematika dan sain. Data yang ada, yakni membaca 70 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum, matematika 71 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum dan sains 60 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum. Dan, skor PISA  stagnan dalam 10-15 tahun terakhir.

Permasalahan utama yang menyebabkan kurang hasil belajar pendidikan dasar dan menengah adalah kesenangan dalam keefektifan mengajar dan cara mengajar, Kemudian, infrastruktur sekolah yang tak memadai, kurikulum kaku dan berbasis materi, serta kesenjangan pemerintah. "Ini yang harus kita benahi bersama-sama," ajak Sutarto.

Sementara itu, Heri Alfian menyampaikan materi tentang upaya yang terus-menerus mencetak guru di berbagai perguruan tinggi dan swasta. Dan harus diakui, potensi calon awal guru saat ini sangat bervariasi. "Patut diapresiasi kesiapan mereka jadi calon guru," paparnya.

Baca juga: Bantu Penuhi Stok Darah di Banjarmasin, Dema UIN Antasari Gelar Aksi Donor Darah

Baca juga: VIDEO TIM ULM Serahkan Alat Pengolahan Pakan Ikan kepada Masyarakat di Banjarmasin

Menurutnya, berdasarkan UU ada  4 kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial.

Ditambah lagi dengan perkembangan sekarang, harus menguasasi Teknologi Informasi untuk jadi guru berkualitas. "Kompetensi tak boleh ditawar. Kompetensi Penguasaan Teknologi Informasi juga, agar jadi  guru yang berkualitas," tekannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Irfani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved