Breaking News:

Fikrah

Penyakit Manusia Modern

ADA tiga penyakit pada manusia disepanjang masa kehidupannya, lebih-lebih pada zaman now atau manusia modern sekaramg ini

istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA tiga penyakit pada manusia disepanjang masa kehidupannya, lebih-lebih pada zaman now atau manusia modern sekaramg ini. Penyakit ini melanda siapa saja, bahkan bisa jadi juga melanda manusia beriman sekalipun.

Pertama, lupa berzikir kepada Allah SWT, Tuhan pencipta dirinya, apalagi jika ia memiliki kecerdasan dan kepintaran sehingga menganggap semua yang didapatkannya berupa berbagai fasilitas dalam hidup dan kehidupan dapat diraihnya dengan kepintaran dan kecerdasannya.

Kedua, manusia menikmati segala macam nikmat Allah SWT akan tetapi lalai, bahkan lupa bersyukur akan nikmat tersebut sehingga menggunakannya untuk berbuat maksiat, bukan untuk mempermudah dirinya berbuat taat kepada Allah SWT.

Ketiga beribadah sejadinya. Semua ini terjadi karena kesibukan mereka menghadapi dan menata kehidupan duniawi yang mereka hadapi, ya lamuuna zhahiran minalhayatiddun-ya wahum anil-akhirati hum ghafilun, mereka hanya tahu lahiriiyah kehidupan duniawi dan mereka lupa akan akibat yang akan terjadi tentang perbuatan mereka di dunia, (QS.30/4).

Itulah sebabnya, banyak di antara imam salat Magrib selalu membaca surah at-takatsur, dimaksudkan untuk memperingatkan jemaah salat sehabis sepanjang hari mereka meraup dan mencari dunia, menumpuk materi, ingin bermegah-megahan dengan harta dan materi, bahwa yang mereka bangga-banggakan itu akan dipertanggungjawabkan nanti di pengadilan Allah SWT. Pengadilan yang seadil-adilnya di padang mahsyar, tidak ada suap dan sogok. tsumma latuss’alunna yauma’ izdin ‘aninn’iim, kemudian nanti kalian akan ditanya akan segala nikmat yang kalian bangga-banggakan itu. (QS 102/8)

Dipertanyakan dari mana didapat dan kemana menggunakannya. Nabi SAW bersabda laa yazaalu qadamaa abdin hatta yus’ala an arba; an maalihi min ainaktasabahu wa fiimaa anfaqahu, wan syabababihi fiima ablaahu wa an umrihi fiimmaa afnaahu. Tentang harta darimana didapat dan kemana menggunakannya, tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang masa mudanya kemana digunakannya. Satu kata yang menjadi kambing hitam yaitu sibuk.

Nabi SAW menunjuk Mu’adz bin Jabal untuk menjadi wali di negeri Yaman, katakanlah gubernur pada zaman kita sekarang. Karena beliau tahu Mu’adz akan menghadapi kesibukan yang luar biasa. Ya Muazd laam tada’anna ba’da kullii shalaatin an taquula allahumma a;inni alazkirika wa syukrika wa husni ibaadatuka. Ya Allah tolonglah aku bagaimana supaya ingat berzikir kepada-Mu, tolonglah aku bagaimana supaya bisa dan pandai menyukuri nikmat yang engkau anugerahkan kepadaku dan bagaimana supaya aku bisa dan dapat beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baik ibadah.

Sarana berzikir yang sempurna adalah salat. Allah SWT berfirman, wa aqimish-shalaata lizikri, dirikanlah salat untuk mengingat-Ku. (QS 20/14). Sehubungan dengan ini di Banua kita Banjar ada ajaran ilmu sebuku, yaitu kalau sudah sampai pada makrifat dengan Allah SWT, yang sempurna mengenal siapa dirinya maka tidak perlu lagi salat, karena sudah menyatu siapa yang menyembah dan siapa yang disembah.

Saya masih ingat kasus ajaran Abadullah Terang yang mengajarkan ilmu sebuku ini, bahwa kalau sudah sampai mengenal diri sendiri maka sudah tidak perlu lagi salat. Abadullah Terang bersikokoh dengan ajarannya ini dan banyak sekali diikuti oleh orang-orang yang tidak suka atau malas salat.

Ingat kepada Allah tanpa salat bukanlah ingat yang dihendaki dalam Islam, itu eling barangkali istilahnya. Abdullah Terang memperomosikan bahwa orang yang mengikuti ajarannya kalau nanti meninggal, jasadnya akan hilang diangkat malaikat, jadi tidak perlu dikuburkan atau diselenggarakan sebagaimana manusia biasa; dimandikan, dikafani dan dikuburkan.

Beberapa lama kemudia Abdullah Terang meninggal dunia karena penyakit TBC. Terbukti dia tidak mempunyai kesaktian apa-apa seperti yang didakwakan oleh pengikutnya. Tidak ada orang menyelenggarakan jenazahnya. Setelah tiga hari tiga malam, mayatnya masih tetap ada dan tidak hilang seperti yang dipromosikannya. Akhirnya badannya membusuk dan berbau busuk menyengat. Oleh masyarakat, jasad Abdullah Terang dikuburkan begitu saja, tanpa ada yang memandikan, mengafaninya, apalagi menyalatkanya. Jenazahnya dibungkus dengan tikar dan dikuburkan begitu saja. Ini terjadi sekitar tahun 1982, sewaktu penulis menjabat sebagai Ketua Umum MUI Kota Banjarmasin.

Memang Abdullah Terang memiliki kepandaian batatamba, mengobati penyakit seperti keserupan dan pulasit. Tapi kita jangan heran penyakit kesurupan dan parang maya atau yang sejenisnya diperbuat oleh setan, lalu Abdullah Terang mampu mengusir setan karena memang hal itu adalah perbuatan setan untuk menyesatkan manusia, sehingga sepertinya Abdullah Terang pandai mengobatinya.

Adapun sarana zikrullah selain salat adalah membaca Alquran. Idealnya satu juz dalam satu hari sehingga seorang beriman selalu khatam setiap bulan. Kemudian bersalawat minimal seratus kali, berdoa pada setiap kesempatan yaitu doa atau bacaan tertentu pada setiap kesempatan, seperti doa sebelum tidur, bangun dari tidur, bepergian, berpakaian, becermin, ke kamar kecil dan lain-lain kesempatan sepanjang hari dan malam seperti yang dicontohkan ole Rasulullah SAW. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved