Breaking News:

Tajuk

Warisan Legenda

DALAM rentang waktu lima hari, insan bola di Indonesia dan dunia ditinggal dua legenda.

BANJARMASINPOST.CO.ID - DALAM rentang waktu lima hari, insan bola di Indonesia dan dunia ditinggal dua legenda. Pertama Ricky Yacobi (57), mantan striker Tim Nasional Indonesia. Dia meninggal dunia saat merayakan gol pada turnamen mini pesepak bola veteran di Lapangan ABC Jakarta, Sabtu (21/11) pagi. Penyerang yang pernah bermain untuk klub Matsushita di Liga Jepang itu terkena serangan jantung.

Pada Rabu (25/11) waktu Amerika Latin, penggemar sepak bola dunia tersentak saat mendengar kabar Diego Armando Maradona (60) tutup usia. Bomber yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko itu disebut wafat akibat henti jantung.

Kepergian pemain yang dijuluki ‘Si Tangan Tuhan’ itu ditangisi penggemarnya di berbagai negara. Pesepak bola top seperti Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic menampilkan foto bersama Maradona dibubuhi tulisan penghormatan. Dia abadi di hati penggemarnya, tulis Zlatan di akun medsosnya

Di Argentina, Presiden Alberto Fernandez menetapkan tiga hari masa berkabung nasional. Sedangkan di Italia, presiden klub Napoli ingin mengabadikan nama Maradona pada stadion setempat. Estadio atau Stadion San Paolo Maradona, begitu rencananya. Penghargaan kepada Maradona bisa jadi terus berlanjut, mengingat dia juga pernah tampil cemerlang bersama Argentinos Junior dan Barcelona dengan raihan tiga trofi La Liga.

Di Indonesia, mencuat usulan pemakaian nama Ricky Yakobi untuk menggantikan nama Lapangan ABC yang biasa digunakan Timnas Indonesia. Menurut pemain legendaris Indonesia lainnya, Rully Nere, sosok Ricky Yacobi punya jiwa dan kharisma seorang pemimpin. Ricky hampir selalu jadi kaptem Tim Merah Putih.

Kembali ke figur Maradona, dia memang terbilang kontroversi. Dia beberapa kali diberitakan kecanduan narkoba. Dia cuek merokok di tribun kehormatan saat laga Argentina kontra Islandia. Maradona juga tega menolak fans di Meksiko yang ingin berfoto bersama hingga kasus doping yang menjeratnya pada 1994. Namun, bagi pemujanya, Maradona tetaplah seseorang yang istimewa. Kecepatan, skill dan intelengensinya saat di lapangan, belumlah ada yang menyamai. Dia selalu tampil all out untuk klub, terlebih bagi negaranya. Dan sejatinya, inilah warisan tak ternilai dari seorang Diego Maradona. (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved