Berita Batola

VIDEO Tergolong Langka di Kalsel, Bonsai Kelapa Ternyata Ada di Batola, Begini Bentuknya

Sedikit berbeda dari tanaman hias lainnya, bonsai kelapa mini ternyata memiliki keunikan tersendiri.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sedikit berbeda dari tanaman hias lainnya, bonsai kelapa mini ternyata memiliki keunikan tersendiri.

Bentuknya yang nyentrik dengan batok dipermukaan, akar yang memanjang dan kondisinya tumbuh layaknya tumbuhan hias lainnya.

Selain itu, batok kelapa yang masih utuh, dengan proses panjang, hingga pewarnaan dengan lapisan clear mengkilap memiliki nilai seni tersendiri.

Di daerah Kalimantan Selatan sendiri jenis tanaman hias ini terbilang langka. Salah satunya ada di Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Desa Karang Bunga, Kecamatan Belawang.

Baca juga: VIDEO Pangdam VI Mulawarman di Kodim 1006/Martapura Minta Prajurit Siap Pertahankan NKRI

Baca juga: VIDEO Beragam Fasilitas Wisata di Pantai Batakan Baru Digenjot Pengerjaannya

Baca juga: VIDEO Debat Publik Pamungkas Pilgub Kalsel 2020, KPU Perpanjang Segmen Penyampaian Visi Misi

Adalah Arief, pria asal Ponorogo, pengrajin yang menggeluti usaha ini kurang lebih dua tahun terakhir ini.

Memanfaatkan lahan kosong milik PUPR Batola untuk menjalankan usahanya, Arief memiliki sejumlah koleksi bonsai kelapa untuk dipasarkan.

Seperti jenis kelapa minion, kelapa gading, Gorontalo, banten, kelapa biasa dan lainnya.

Penuturannya, hingga bisa dipasarkan ke pembeli perlu proses yang panjang. Dimulai dari menumbuhkan tunas kelapa di rendaman air, membersihkan batok, mengatur posisi dengan pola yang dikehendaki hingga proses pengerasan akar hingga bisa dipindahkan pada pot.

"Prosesnya bisa tiga sampai enam bulan, itu pun harus telaten perawatannya," Ucap Arief.

Untuk bibit sendiri ia rela mendatangkan dari luar Kalsel. Selain sukar didapat, tentunya agar hasil yang diharapkan sesuai dan memiliki harga jual yang tinggi.

Per buah bonsai kelapa Arief ia bandrol dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sesuai dengan kondisi kelokohan, usia dan bibit yang digunakan.

Ia pun menambahkan, sejauh ini untuk pemesanan bonsai kelapa yang ia geluti mang belum maksimal. Karena keterbatasan teknis.

"Sementara ini menawarkannya hanya lewat Facebook dan menunggu pembeli datang ke tempat. Semoga saja nantinya bisa ikut pameran atau sejenisnya untuk promosi," Beber Arief.

Adapun keterampilan membuat bonsai kelapa ia mengaku belajar otodidak dari YouTube. Setelah terinspirasi melihat kawannya berhasil mengembangkan.

Selain bonsai kelapa, di pekarangan rumahnya juga tersedia berbagai tanaman hias yang dijual. Seperti jenis bambu, mawar, bunga kertas, bonsai beringin, anggrek dan lainnya.

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved