Breaking News:

Liga 2 Indonesia

Frans Sinatra Huwae : Hati Saya Sudah Tertambat di Olahraga Sepak Bola

Masyarakat Pecinta Sepak bola Kalimantan Selatan tentu mengenal sosok sang legend sepak bola yang satu ini. Frans sinatra Huwae yaitu sang legend kela

Penulis: Siti Bulkis | Editor: M.Risman Noor
istimewa
Frans Sinatra Huwae 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Masyarakat Pecinta Sepak bola Kalimantan Selatan tentu mengenal sosok sang legend sepak bola yang satu ini. Frans sinatra Huwae yaitu sang legend kelahiran Amuntai, 30 Maret 1965 silam yang memiliki jejak rekam prestasi di dunia persepak bolaan.

Lelaki yang memiliki julukan akrab Si Kai hingga menginjak usia 55 tahun masih setia dedikasikan hidupnya di dunia olahraga sepak bola.

Hal ini terlihat dimana Frans masih aktif di dunia olahraga sebagai pelatih di tim sepak bola asal Kalimantan Selatan Martapura FC dan bermain bersama di Barito Putera Legend.

"Hati saya sudah tertambat dengan olahraga si kulit bundar sedari dulu," ujar Frans mengungkapkan kecintaannya terhadap sepak bola Kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (29/11/2020).

Sedari kecil, dirinya memang gemar bermain sepak bola bersama teman-temannya. Namun, sekitar 1979 Ayah dari pesepak bola Gideon Marshell Huwae memulai karir pertamanya di Klub Persinus Banjarmasin.

Baca juga: Frans Sinatra Huwae, Pelatih Martapura FC yang Dikenal Bertangan Dingin

Baca juga: Pemain Martapura FC Kaharuddin Salam Jaga Fisik Sesuai Perintah Frans Sinatra Huwae

 

Berkat kepiawaiannya mengolah bola, 1981 dirinya terpilih untuk memasuki Sekolah Sepak Bola di Makassar, Sulawesi Selatan. Setahun berselang, dirinya kembali terpilih dalam seleksi ke Sekolah Khusus Olahraga Ragunan (SKO) atau lebih dikenal dengan Diklat Ragunan, Jakarta.

Karir sang legen terus meroket, tercatat Frans pernah bergabung di Tim PSSI Garuda, Kejuaraan Antar Pelajar Asia 1984 di India, Kejuaraan Antar Pelajar 1985.

Frans kembali merintis karir sepakbolanya menjadi pemain profesional dengan masuk Klub Elite Galatama Pelita Jaya FC. 1998 -1989 Frans CS berhasil meraih trofi juara Galatama.

"1990, kemudian bergabung dengan Barito Putera," Lanjutnya.

Di Barito Putera, ia menemukan panggungnya sebagai pemain berpengalaman. Berbagai kejuaran sepak bola diikuti Frans cs, di antaranya menjadi semifinalis dan sekaligus juara Liga Indonesia musim perdana 1994-1995.

Setelah sekian lama membawa nama tim asal Kalimantan Selatan. Frans memilih gantung sepatu dan menjadi pelatih Barito Putera hingga Martapura FC.

Sampai saat ini dirinya masih setia bertahan di Martapura FC dan berkat kepiawaiannya Frans berhasil menghantarkan tim binaanya meraih sukses menduduki peringkat kelima klasemen. (Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved