ILC

BERLANGSUNG! Link TV Online TV One Live ILC Bahas Penangkapan Menteri Edhy oleh KPK

Inilah link Live Streaming TV One program ILC bisa dionton mulai jam 20.00 WIB. Tema ILC adalah tentang OTT KPK terhadap Menteri Edhy Prabowo

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Rahmadhani
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Luncurkan Buku: Wartawan senior Karni Ilyas paparkan perjuangan kehidupan sebelum sukses menjadi wartawan saat peluncuran buku "40 Tahun Jadi Wartawan-Lahir Untuk Berita " di Toko Buku Gramedia, jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/05/2013). Buku yang ditulis Fenty Effendy ini menceritakan sosok Karni Ilyas yang lahir dari perkampungan hingga menjadi seorang wartawan. Buku terbitan Kompas Gramedia dengan 396 halaman yang dijual dengan harga Rp 96 ribu per buku. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inilah link Live Streaming TV Online TV One program ILC yang bisa dionton mulai jam 20.00 WIB.

Indonesia Lawyers Club (ILC) kembali tayang malam ini Selasa (1/12/2020) . Tema ILC malam ini adalah tentang OTT KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Siaran langsung dan Live Streaming TV One program acara ILC tayang mulai jam 20.00 WIB.

Judul dari bahasan program ILC TV One kali ini 'OTT Suap Ekspor Lobster : KPK Masih Bergigi'.

Seperti diketahui, dibukanya kembali ekspor benur oleh Menteri Edhy Prabowo setelah sempat dihentikan Menteri Susi, menuai kontroversi.

Imbasnya, Edhy ditangkap KPK sekembalinya dari AS terkait dugaan suap izin ekspor benih lobster, seperti yang ditulis akun ILC.

* KPK Geledah Kantor PT ACK, Amankan Dokumen Terkait Ekspor Benih Lobster

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menggeledah salah satu kantor milik PT Aero Citra Kargo di Jakarta Barat, Senin (30/11/2020) hingga Selasa (1/12/2020) dini hari.

Penggeledahan itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor benih lobster yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Barang yang ditemukan dan diamankan tim di antaranya adalah beberapa dokumen terkait dengan ekspor benih lobster dan bukti elektronik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang dikutip dari Kompas.com.

Ali menuturkan, barang dokumen tersebut akan diinventarisir dan dianalisa lebih lanjut untuk selanjutnya dilakukan penyitaan.

Ali mengatakan, penyidik akan terus melakukan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam perkara ini.

"Namun tidak bisa kami sampaikan lebih jauh terkait tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan dimaksud," ujar Ali.

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved