Kisah Moderator Debat Pilkada
Moderatori Debat Publik Pilkada Kalsel, Andi Tenri Susun Secara Detil Diksi Kata Per Kata
Menjadi moderator ajang debat publik pemilihan umum jelas berbeda dengan menjadi moderator diskusi biasa.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi moderator ajang debat publik pemilihan umum jelas berbeda dengan menjadi moderator diskusi biasa.
Pasalnya, aspek keberimbangan bagi setiap peserta debat dalam hal ini Pasangan Calon (Paslon) harus benar-benar merata.
Adanya porsi bicara lebih banyak terhadap salah satu atau sebagian Paslon dibanding Paslon lain tentunya bisa memunculkan kesan keberpihakan.
Ditunjuk oleh KPU untuk menjadi moderator debat publik, tantangan tersebut juga dirasakan oleh seorang akademisi Dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Andi Tenri Sompa.
Baca juga: Demi Maksimal Moderatori Debat Pilkada di Kalsel, Akademisi ini Berlatih hingga Dinihari
Dimana pada masa kampanye Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kalsel, Ia dipercaya memoderatori sederet debat publik.
Diantaranya debat publik Paslon Pilwali Kota Banjarmasin, Pilgub Kalsel, Pilbup Kabupaten Banjar, Pilbub Kabupaten Kotabaru, Pilbup Balangan dan Pilbup Kabupaten Tanah Bumbu.
Dijelaskannya, sebelum tampil sebagai moderator, sederet persiapan dia lakukan.
Bahkan setiap kata-kata yang diucapkannya sebagai moderator kata Andi Tenri Ia susun dan rangkai sebelumnya.
Pasalnya, dengan waktu yang terbatas yaitu durasi 120 menit untuk debat dengan 3 Paslon dan 150 menit untuk jumlah paslon lebih banyak, perhitungan waktu menggunakan detik bukan menit.
"Itu tidak mudah, karena kita dibatasi waktu yang amat sedikit, hitungannya detik bukan menit. Maka diksi yang disampaikan semua harus terukur, tidak bisa bermain improvisasi di waktu yang kelewat sempit ini," bebernya.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/20201203youtube-tvri-kalsel-dosen-f-lkada-tahun-2020.jpg)